Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Duduk Perkara Kasus Pelecehan Gus Idris Bermodus Konten Sumpah Pocong

Duduk Perkara Kasus Pelecehan Gus Idris Bermodus Konten Sumpah Pocong
Konten kreator sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul Jannah, Idris Al-Marbawy alias Gus Idris. (Instagram/@gusidrisofficial)
Intinya Sih
  • Kasus Gus Idris bermula dari curhatan seorang konten kreator berinisial S yang mengaku mengalami perlakuan tidak pantas saat diajak kerja sama membuat konten oleh Gus Idris pada Juli 2025.
  • Gus Idris sempat memberikan klarifikasi bahwa masalah tersebut merupakan urusan internal manajemen dan menegaskan telah memberhentikan staf yang terlibat, sambil menyebut kemungkinan adanya rasa kecewa dari pihak pelapor.
  • Polres Malang resmi menetapkan Gus Idris sebagai tersangka kasus pelecehan seksual setelah melakukan penyidikan, pemeriksaan saksi dan korban, serta asesmen psikologi dan forensik sejak laporan diterima Februari 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Malang, IDN Times - Masyarakat dihebohkan oleh penetapan tersangka kepada Konten kreator sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul Jannah, Idris Al-Marbawy alias Gus Idris oleh Polres Malang. Penetapan tersangka ini setelah viral curhatan salah satu konten kreator yang mengaku diajak kerja sama membuat konten oleh Gus Idris.

1. Duduk perkara kasus Gus Idris, berawal dari viralnya curhatan seorang konten kreator

Ilustrasi korban pelecehan seksual yang sedang marak terjadi di beberapa pondok pesantren
Ilustrasi korban pelecehan seksual yang sedang marak terjadi di beberapa pondok pesantren. (pexels.com/Irma Sjachlan)

Kasus ini awalnya menjadi viral sejak awal Februari 2026, awalnya seorang perempuan berinisial S menceritakan kejadian tidak menyenangkan saat diajak kerja sama membuat konten oleh Gus Idris lewat akun Instagram pribadinya. Saat itu, ia ditawari menjadi MUA (Makeup Artist) oleh Gio Production yang merupakan studio produksi milik Gus Idris pada pertengahan Juli 2025.

Setibanya di lokasi shooting, S merasa kaget karena berada di lokasi penyembelihan hewan dan melihat seluruh kru adalah laki-laki. Ia juga mendapat banyak pertanyaan sensitif soal dirinya oleh salah satu asisten Gus Idris. Ia kemudian diarahkan untuk bertemu dengan Gus Idris, di sinilah ia mengaku diberikan susu cokelat yang membuat ia mudah dipengaruhi oleh omongan Gus Idris saat kondisi mentalnya sedang tidak stabil.

"Dia bilang aku akan mendapatkan kesialan entah itu lumpuh, jatuh dari pesawat, ditinggal sama orang yang aku sayang seperti keluarga atau kerabat. Tapi juga katanya dalam 3 sampai 4 bulan aku akan dapat kesuksesan dalam hidup. Saat itu aku langsung takut, cemas, dan bingung harus berbuat apa. Jadi aku menangis sejadi-jadinya karena benar-benar tidak tahu harus bagaimana," tulisnya.

Saat dalam kondisi mental yang down, asisten Gus Idris kembali membawa keluar S, kemudian mengarahkan agar S mendekati Gus Idris. Asisten tersebut mengatakan kalau Gus Idris memiliki segalanya, tapi kesepian, sehingga menyuruh S untuk menemani Gus Idris agar mendapatkan amalan. S kemudian dipertemukan kembali dengan Gus Idris hingga terjadi percakapan lanjutan.

"Dia bilang S butuh saya, saya juga butuh S, jangan sedih Mbak S, gausah sedih, aku bakal kasih kamu penangkalnya dengan dzikir-dzikir, saya akan kasih dzikir itu kalau mbak S sudah selesai dengan apa yang saya mau. Aku sudah sakau, kamu tau sakau S? Tapi dengan polos dan macak goblok (pura-pura bodoh) aku jawab 'mboten (tidak) gus, apa itu sakau. Aku cuman aku macak (pura-pura) goblok aja biar aku gak di apa-apain," lanjutnya.

S tahu jika arah pembicaraan ini menuju hubungan seksual, sehingga S langsung pura-pura mengantuk dan tertidur. Ia mengaku takut terkena penyakit HIV jika melakukan hubungan seksual dengan orang yang tidak ia kenal. Trik ini sukses, ia berhasil keluar dari ruangan Gus Idris dengan alasan kelelahan.

Sayangnya kesenangan S harus tertahan kembali, pasalnya smartphone miliknya tertinggal di ruangan Gus Idris, sehingga harus kembali lagi untuk mengambilnya. Saat kembali, ia bertemu kembali dengan Asisten Gus Idris dan diminta mencari talent lain untuk diajak podcast. S kemudian hanya mengiyakan dan langsung pulang sekitar pukul 02.00 WIB.

"Saat aku tanya-tanya ke temenku, ternyata ada juga yang dijebak sampai buat take shooting sumpah pocong, untungnya dia gak mau. Ya Allah kalian para muse hati-hati yah dalam memilih job," ujarnya.

2. Gus Idris sempat membagikan klarifikasinya

Seorang pria mengenakan jubah hijau berhias bordir emas dan sorban putih duduk di kursi merah dengan mikrofon di depannya.
Konten kreator sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul Jannah, Idris Al-Marbawy alias Gus Idris. (Instagram/@gusidrisofficial)

Saat kasus ini mencuat, Gus Idris sempat menyampaikan klarifikasi pada tuduhan yang menjerat dirinya. Ia mengaku jika ini adalah masalah internal di manajemen artist miliknya, tapi berkembang liar karena beredar di media sosial.

"Ini hanya masalah internal di manajemen saja, tapi yang bersangkutan, staf kami (asisten), sudah kami nonaktifkan atau sudah kami berhentikan. Sementara praduga saya ke situ (sakit hati), tapi kita tidak tahu lagi ya. Karena yang bersangkutan (S) bisa jadi, kata kuasa hukum saya mungkin sakit hati dan kecewa," ucapnya beberapa waktu lalu.

2. Polisi telah resmi menetapkan Gus Idris sebagai tersangka

IMG-20250904-WA0024.jpg
Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Sementara itu, Polres Malang sendiri telah melakukan gelar perkara dan menetapkan Gus Idris sebagai tersangka dalam kasus pelecehan seksual. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik Satreskrim Polres Malang menyelesaikan serangkaian penyidikan, pemeriksaan saksi, pendampingan korban, hingga asesmen psikologi dan forensik terhadap pihak-pihak terkait.

Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar mengatakan, perkara tersebut berawal dari laporan polisi yang diterima pada Februari 2026. Sejak laporan diterima, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan korban untuk mengumpulkan alat bukti.

"Perkara ini kami tangani berdasarkan laporan yang masuk pada Februari 2026. Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk dua korban yang telah memberikan keterangan secara lengkap, serta mengumpulkan alat bukti yang diperlukan dalam proses penyidikan," paparnya pada Rabu (10/6/2026).

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More