Cabai Rawit Jadi Penyumbang Inflasi Tertinggi Kota Malang

1. Cabai jadi penyumbang inflasi tertinggi
Berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Pusat Statis (BPS), inflasi yang terjadi di Kota Malang memasuki awal Februari ini mencapai 0,41 persen. Dari angka tersebut, komoditas cabai rawit yang naik 44,72 persen berkontribusi menyumbang inflasi sebesar hingga 0,0978 persen. Selain cabai rawit, kenaikan harga rokok kretek filter ikut menyumbang inflasi. Angka yang disumbangkan dari rokok kretek filter ini mencapai 0,0978 persen.
"Jika dibandingkan dengan angka inflasi Jawa Timur, Kota Malang masih cenderung lebih rendah. Untuk Jatim sendiri angka inflasinya mencapai 0,51 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Sunaryo, Selasa (4/2).
2. Lebih tinggi dari inflasi nasional

Meskipun nilai inflasi di kota Malang lebih rendah dari Jatim, bukan berarti kondisinya lebih baik. Sebab, inflasi kota Malang justru lebih tinggi dari inflasi nasional. Pada Februari sendiri inflasi nasional hanya berada di kisaran angka 0,39 persen. Hal itu tentu menjadi pekerjaan rumah sendiri bagi pemerintah kota Malang untuk bisa menekan angka inflasi.
"Inflasi kali ini masih lebih tinggi dari nasional," tambahnya.
3. Sepuluh komoditas penyumbang inflasi

Sunaryo menambahkan, ada 10 komoditas yang memengaruhi inflasi di Kota Malang. Sepuluh komoditas tersebut, selain cabai rawit dan rokok kretek filter, adalah kontrakan rumah, cabai merah, daging ayam ras, emas perhiasan, rokok kretek, mobil, servis kendaraan, dan jeruk.
"Selain beberapa komoditas itu ada yang mengalami penurunan harga," imbuhnya.
4. Kopi jadi penghambat laju inflasi

Sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga. Komoditas yang mengalami penurunan harga tersebut menjadi penghambat laju inflasi di Kota Malang. Beberapa komoditas barang yang mengalami penurunan meliputi harga bensin, telur ayam ras, makanan ringan, sabun deterjen bubuk dan cair, susu cair kemasan, hingga udang basah.
"Penurunan harga beberapa komoditas tersebut ikut andil menjadi penghambat inflasi," pungkasnya.



















