Surabaya, IDN Times - Rencana pengembangan Bus Trans Jatim di kawasan Gerbangkertasusila masih terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Saat ini, sudah terdapat 7 koridor yang beroperasi. Sementara target keseluruhan di kawasan ini ada 10 koridor.
Nah, satu dari tiga koridor yang akan dicanangkan salah satunya ialah rute Mojokerto - Lamongan via jalur selatan, yakni Mantup-Kemlagi. Hal ini pun dibenarkan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Nyono saat dikonfirmasi IDN Times, Minggu (26/7/2026).
"Memang dari site plan kami ada Mojokerto- Lamongan via Mantup," ujarnya.
Lebih lanjut, Nyono membeberkan kalau ada sejumlah opsi kerja sama untuk dapat merealisasikan koridor baru dengan rute tersebut. Salah satunya kerja sama dengan angkutan perintis program Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Damri.
Terlebih, lanjutnya, pada Juni 2024 lalu, BPTD Wilayah XI Jatim melakukan survei jalur pembukaan angkutan perintis Damri Mojokerto - Lamongan. Rute sepanjang 57 kilometer dari Terminal Kertajaya Mojokerto hingga Terminal Lamongan telah ditentukan untuk lintasan armada bus listrik.
Rencananya, ada 12 titik potensial untuk didirikan pemberhentian bus atau halte. Namun, Nyono mengungkap bahwa pihaknya masih terkendala oleh anggaran. Dishub masih menghitung realiasinya apakah dapat dilakukan pada tahun depan.
"Namun kami masih nunggu anggaran. Mohon doanya (tahun depan)," kata Nyono.
Sekadar diketahui, saat ini Bus Trans Jatim di Gerbangkertasusila sudah operasional di tujuh koridor. Yakni, Koridor I Sidoarjo - Gresik; Koridor II Mojokerto - Surabaya; Koridor III Mojokerto - Gresik. Kemudian Koridor IV Gresik - Lamongan; Koridor V Surabaya - Bangkalan dan Koridor VI Mojokerto - Sidoarjo; Koridor VII Lamongan - Paciran. Serta satu koridor di Malang Raya.
