Bulog Jatim Sebut Sudah Salurkan Minyakita 6,2 Juta Liter

- Bulog Jawa Timur memastikan distribusi Minyakita berjalan lancar dengan total penyaluran 6,2 juta liter ke 160 pasar dan ribuan pedagang di berbagai wilayah.
- Dari total mandat 8,7 juta liter, Bulog telah menyiapkan tambahan 2,7 juta liter untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran mendatang.
- Gubernur Khofifah menyoroti kelangkaan Minyakita akibat penyalur belum memiliki NIB dan meminta Disperindag membantu percepatan penerbitan izin tersebut agar distribusi kembali normal.
Surabaya, IDN Times - Perum Bulog Wilayah Jawa Timur memastikan distribusi Minyakita berjalan lancar. Sampai dengan hari ini, Sabtu (28/2/2028) Bulog telah menyalurkan sebanyak 6,2 juta liter Minyakita.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu mengatakan, Bulog telah mendapat mandat 8,7 juta liter dari produsen. 6,7 juta liternya telah disalurkan ke sejumlah pasar di Jawa Timur. "Sampai dengan 28 Februari 2026 sudah tersalurkan 6,2 juta liter ke 2.350 pedagang pasar, KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) dan RPK dengan jumlah pasar tersentuh 160 pasar," ujar Langgeng, Sabtu (28/2/2026).
Langgeng menyebut, pihaknya akan terus memperluas jangkauan penyaluran Minyakita. Hingga Lebaran nanti, Bulog telah menyiapkan 2,7 juta liter Minyakita untuk disalurkan.
"Jangkauan ini akan terus meluas karena Bulog terus melayani pedagang yang siap menjual minyakita sesuai maksimal HET 15.700/Liter dan saat ini Bulog Jawa Timur sudah menyiapkan 2,7 juta liter Minyakita jelang Lebaran," jelasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengeluhkan minimnya ketersedian stok Minyakita di sejumlah pasar di Jawa Timur. Hasil kunjungan ke berapa pasar, 80 persen stok Minyakita kosong.
Khofifah mengatakan, kelangkaan Minyakita di pasaran ini lantaran penyalur belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). NIB merupakan salah satu yang dipersyaratkan oleh Bulog agar penyalur bisa mendapatkan stok Minyakita.
"Setelah saya turun ke pasar dan mendapati banyak (stok Minyakita) yang kosong, untuk menjadi penyalur Minyakita pelaku usaha harus memiliki NIB," ujar Khofifah, Sabtu (28/2/2026).
Khofifah telah memerintahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) agar membantu penyalur bisa segera memiliki NIB. Dengan begitu, mereka dapat kembali menjual Minyakita ke masyarakat dan distribusi kembali lancar.
"Saya langsung meminta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pak Iwan, membantu para penyalur agar bisa segera memiliki NIB," kata dia.


















