Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bayi di Gresik Meninggal, Keluarga Duga Akibat Kaget Suara Mercon
Gedung Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Instagram @rsmlamongan

Gresik, IDN Times - Bayi berusia sebulan berinisial N asal Desa Jatirembe, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik meninggal dunia. Ia meninggal setelah pembuluh darah otaknyapecah. Diduga, bayi tersebut jatuh sakit dan meninggal karena kaget setelah mendengar suara letusan petasan.

1. Korban sempat alami kejang-kejang

ilustrasi bayi (pexels.com/Ryutaro Tsukata)

Menurut penuturan Nufuz bibi korban, peristiwa tersebut berawal pada Sabtu (22/4/2023), malam lalu. Saat itu, tetangga sebelah rumah korban tengah menyalakan mercon dengan ledakan yang cukup keras. Ledakan itu mengagetkan anak dari Nur Hasyim (35) dan Nur Faizah (28). 

"Setelah kaget dengan suara ledakan mercon itu bayi N akhirnya kejang-kejang dan menangis. Mata bayi sebelah kanan tidak bisa dibuka," kata Nufuz.

2. Korban sempat dibawa ke bidan desa sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit

Setelah itu sang bayi akhirnya dibawa ke klinik, pada Senin (24/4/2023). Kemudian dibawa lagi ke bidan desa. Di sana si bayi hanya diberi obat. Bukannya membaik, setelah balik ke rumah, kondisi bayi tak kunjung membaik dan malah sering mengalami kejang setiap 10 menit.

"Kemudian pada Selasa (25/4/2023), keadaan semakin memburuk. Pada pukul 12.00 malam mengalami sesak nafas. Nafasnya cepat tidak seperti biasanya kemudian dibawa ke RS Denisa Gresik ," terangnya.

3. Pembuluh darah otak korban pecah

ilustrasi bayi (pexels.com/Szabina Nyíri)

Saat dirawat di RS Denis trombosit bayi tersebut turun sampai 4,5.  Pihak rumah sakit pun memberikan oksigen. Kondisi sang bayi sempat membaik. Namun, bayi N kembali mengalami sesak nafasnya hingga akhirnya pihak RS Denisa Gresik merekomendasikan agar Bayi N dirawat di rumah sakit Muhammadiyah Lamongan karena di sana fasilitasnya lebih lengkap. 

"Dirujuk di RS Lamongan itu hari Rabu, di sana sempat dirawat dengan alat yang dibutuhkan pasien. Sampai akhirnya keluarga mendapat kabar, pembulu darah otak pecah dan akhirnya korban meninggal Kamis (27/4/2023) pukul 10.00 WIB, di RS Muhammadiyah Lamongan," pungkasnya.

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team