Surabaya, IDN Times - Pihak PT Pakuwon group akhirnya memendekkan ukuran pagar yang sebelumnya dipasang di sejumlah mal di Surabaya. Alasan menurunkan ketinggian pagar itu untuk menjaga estetika kota.
Pantauan IDN Times di mal Tunjungan Plaza (TP), terlihat pagar berwarna hijau dengan tinggi sekitar 2 meter itu masih terpasang di luar area mal. Namun, di bagian lain, pagar terlihat lebih pendek 50 sentimeter dari sisi lain.
Nampak pula sejumlah petugas tengah melakukan pengerjaan pagar. Petugas itu bilang bahwa pagar dipendekkan dari tinggi sebelumnya. "Iya dipendekkan," ujar salah satu petugas.
Direktur Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, mengatakan pemangkasan ukuran pagar dilakukan di Pakuwon Mall dan Tunjungan Plaza. Tujuannya adalah untuk menjaga estetika kota.
"Kami akan rapikan sesuai imbauan Wali Kota Surabaya Pak Eri Cahyadi untuk menjaga estetika kota. Yang kita rapikan atau dipendekkan di TP sama Pakuwon Barat. Karena secara estetika menutup gedung utama di dua lokasi itu," ujar Sutandi, Jumat (7/8/2026).
Walaupun ketinggian pagar dikurangi, fungsi pagar sebagai keamanan dan keselamatan pengunjung masih dipertahankan. Pagar tetap dibutuhkan sebagai pengarah jalur pejalan kaki agar aktivitas di sekitar pusat perbelanjaan berlangsung lebih aman.
Menurutnya, pemasangan pagar ini bukan pertama kalinya. Pakuwon telah memasang pagar di Royal Plaza sejak 2006. Pemasangan pagar disesuaikan dengan konsep setiap mal dengan tetap mempertahankan aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan telah berkoordinasi dengan sejumlah pengelola mal agar tidak membuat pagar yang terlalu tinggi. Menurutnya, langkah itu bertujuan menjaga estetika kota sekaligus memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat tanpa menimbulkan kesan bahwa Surabaya tidak aman.
Eri mengatakan, ia telah bertemu dengan sejumlah pengelola mal dan memberikan masukan agar tinggi pagar disesuaikan.
"Jadi insyaallah nanti kami koordinasikan. Yang saya ingin ketika ada pagar itu, orang jalan semakin terang, tidak terlalu tinggi yang mencerminkan orang itu merasa takut. Padahal Kota Surabaya ini aman," ujar Eri, Senin (3/8/2026).
Ia menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak pernah meminta pengelola mal membongkar pagar, melainkan hanya menurunkan ketinggiannya.
"Kenapa kami tidak menyampaikan itu (pembongkaran pagar), karena tidak semua mal di Surabaya begitu. Hanya dua atau tiga mal saja," tegasnya.
Eri juga menjelaskan, pemasangan pagar bukan untuk mengantisipasi aksi massa, melainkan demi estetika dan keselamatan pengunjung.
Sebagai contoh, ia menyoroti kondisi di Tunjungan Plaza. Menurutnya, masih banyak pengunjung yang menyeberang langsung di Jalan Basuki Rahmat meski telah tersedia Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Kondisi tersebut dinilai membahayakan pejalan kaki maupun pengendara.
"Kalau orang menyeberang kan langsung di depan itu, jadi orang lompat menyeberangi. Kami juga sering tegur agar orang tidak menyeberang di depan Tunjungan Plaza karena sudah ada JPO. Mereka (pemilik mal) menyampaikan diberi pagar sehingga bisa keluar ke kanan atau kiri dan bisa dipantau. Tapi saya bilang pagarnya jangan terlalu tinggi, dipikir nanti ada apa-apa atau rasa kekhawatiran, padahal tidak seperti itu," paparnya.
Selain itu, Eri mengatakan Pemkot Surabaya melalui Dinas Perhubungan telah memasang barrier beton di Jalan Basuki Rahmat untuk mencegah pejalan kaki menyeberang sembarangan dan mengarahkan mereka menggunakan JPO.
Menurutnya, barrier beton dipilih karena lebih aman dibandingkan barrier berbahan plastik yang mudah bergeser dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Eri pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum yang telah disediakan agar tetap berfungsi dengan baik dan tidak membahayakan pengguna jalan.
"Makanya kalau dilihat dahulu (barrier plastik) itu kan miring-miring nggak karuan. Maka ayo saling menjaga Surabaya. Saya berharap dijaga lah, kalau ada tanda larangan parkir jangan parkir sembarangan, kalau sudah ditutup barrier jangan belok memotong jalan, agar apa? Nggak ada kecelakaan," tandasnya
