Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pagar Pakuwon Mal Surabaya Tidak Dibongkar, Hanya Dipendekkan

Kota Surabaya
Pagar Pakuwon Mal Surabaya Tidak Dibongkar, Hanya Dipendekkan
Pagar pakuwon Mal Surabaya dilepas untuk dipendekkan. (IDN Times/Istimewa).
Intinya Sih
  • Pagar Pakuwon Mal Surabaya yang viral disebut dibongkar ternyata hanya dipendekkan, menurut Direktur Marketing Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi.
  • Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan Pemkot tidak meminta pembongkaran pagar mal, melainkan penyesuaian tinggi agar estetika, keamanan, dan kenyamanan tetap terjaga.
  • Pagar dan barrier di sekitar mal ditujukan mencegah penyeberangan sembarangan; Pemkot memasang barrier beton di Jalan Basuki Rahmat untuk mengarahkan pejalan kaki ke JPO.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Video yang memperlihatkan pagar mal di Surabaya dibongkar viral di media sosial. Belakangan diketahui, pagar tersebut bukan dibongkar, melainkan hanya dipendekkan.

Berdasarkan video yang beredar, pagar yang dimaksud berada di Pakuwon Mal Surabaya. Dalam unggahan itu, pemilik video menuliskan, "Warga heran, pager mal seng lagek wingi dipasang, saiki dibongkar maneh (warga heran, pagar mal yang baru kemarin dipasang sekarang dibongkar lagi)."

Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, membenarkan adanya perubahan pada pagar tersebut. Namun, ia menegaskan pagar tidak dibongkar.

"(Pagar) dipendekin," kata Sutandi kepada IDN Times, Rabu (5/8/2026).

Meski demikian, Sutandi tidak menjelaskan alasan di balik pemendekan pagar tersebut.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan telah berkoordinasi dengan sejumlah pengelola mal agar tidak membuat pagar yang terlalu tinggi. Menurutnya, langkah itu bertujuan menjaga estetika kota sekaligus memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat tanpa menimbulkan kesan bahwa Surabaya tidak aman.

Eri mengatakan, ia telah bertemu dengan sejumlah pengelola mal dan memberikan masukan agar tinggi pagar disesuaikan.

"Jadi insyaallah nanti kami koordinasikan. Yang saya ingin ketika ada pagar itu, orang jalan semakin terang, tidak terlalu tinggi yang mencerminkan orang itu merasa takut. Padahal Kota Surabaya ini aman," ujar Eri, Senin (3/8/2026).

Ia menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak pernah meminta pengelola mal membongkar pagar, melainkan hanya menurunkan ketinggiannya.

"Kenapa kami tidak menyampaikan itu (pembongkaran pagar), karena tidak semua mal di Surabaya begitu. Hanya dua atau tiga mal saja," tegasnya.

Eri juga menjelaskan, pemasangan pagar bukan untuk mengantisipasi aksi massa, melainkan demi estetika dan keselamatan pengunjung.

Sebagai contoh, ia menyoroti kondisi di Tunjungan Plaza. Menurutnya, masih banyak pengunjung yang menyeberang langsung di Jalan Basuki Rahmat meski telah tersedia Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Kondisi tersebut dinilai membahayakan pejalan kaki maupun pengendara.

"Kalau orang menyeberang kan langsung di depan itu, jadi orang lompat menyeberangi. Kami juga sering tegur agar orang tidak menyeberang di depan Tunjungan Plaza karena sudah ada JPO. Mereka (pemilik mal) menyampaikan diberi pagar sehingga bisa keluar ke kanan atau kiri dan bisa dipantau. Tapi saya bilang pagarnya jangan terlalu tinggi, dipikir nanti ada apa-apa atau rasa kekhawatiran, padahal tidak seperti itu," paparnya.

Selain itu, Eri mengatakan Pemkot Surabaya melalui Dinas Perhubungan telah memasang barrier beton di Jalan Basuki Rahmat untuk mencegah pejalan kaki menyeberang sembarangan dan mengarahkan mereka menggunakan JPO.

Menurutnya, barrier beton dipilih karena lebih aman dibandingkan barrier berbahan plastik yang mudah bergeser dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Eri pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum yang telah disediakan agar tetap berfungsi dengan baik dan tidak membahayakan pengguna jalan.

"Makanya kalau dilihat dahulu (barrier plastik) itu kan miring-miring nggak karuan. Maka ayo saling menjaga Surabaya. Saya berharap dijaga lah, kalau ada tanda larangan parkir jangan parkir sembarangan, kalau sudah ditutup barrier jangan belok memotong jalan, agar apa? Nggak ada kecelakaan," tandasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More