Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
1.839 Personel Bersiaga Amankan Aksi Damai PSHT di Markas DC Surabaya
Pengamanan polisi dan aksi demo Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional di Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)
  • Sebanyak 1.839 personel gabungan polisi, TNI, dan Pemkot disiagakan untuk mengamankan aksi damai PSHT di Surabaya pada 31 Juli 2026.
  • Sekitar 10 ribu anggota PSHT dijadwalkan mendatangi markas debt collector di Jalan Teuku Umar dan Mapolrestabes Surabaya.
  • Massa menuntut penangkapan pelaku dugaan penganiayaan serta pembacokan dua petugas valet, sementara polisi mengutamakan mediasi dan mengimbau aksi tetap kondusif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Sebanyak 1.839 personel disiapkan untuk mengamankan aksi damai yang dilakukan 10 ribu anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) buntut bentrok yang terjadi antara Debt Collector (DC) dengan petugas vale pada Sabtu (24/7/2026) dan Minggu (25/7/2026) lalu. Aksi akan digelar di dua lokasi yakni markas DC di Jalan Teuku Umar dan Mapolrestabes Surabaya, Jumat (31/7/2026) siang.

Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto mengatakan, 1839 personel itu mulai dari polisi, TNI hingga Pemerintah Kota. Petugas mulai menggelar apel sekitar pukul 10.00 WIB.

"925 personel dari Polda Jatim, 425 personel dari Polrestabes Surabaya, 169 Polsek jajaran dan 320 personel instansi samping," ujar Hadi kepada IDN Times.

Sebelumnya, rencana aksi damai besar-besaran yang melibatkan sekitar 10 ribu massa bakal digelar di Surabaya, Jumat (31/7/2026). Massa dari Arush Bawah PSHT Jawa Timur (Jatim) akan menuju ke dua titik, yakni markas Debt Collector (DC) di Jalan Teuku Umar dan Mapolrestabes Surabaya, menuntut polisi segera menangkap pelaku pembacokan terhadap dua petugas valet.

Rencana aksi itu mencuat setelah beredar surat pemberitahuan aksi di media sosial Instagram melalui akun @pshtnews. Dalam surat bernomor 022/AD-PSHT/VII/2026 tersebut, massa menyatakan akan menggelar aksi damai sebagai bentuk penolakan terhadap kekerasan sekaligus mendesak penegakan hukum.

Mereka meminta aparat segera menangkap dan mengadili oknum debt collector yang diduga menganiaya serta membacok Feri (25) dan Didik (28), dua petugas valet di tempat hiburan Ambyar.

Kasatintelkam Polrestabes Surabaya Kompol Awaludin Wijaya membenarkan pihaknya telah menerima surat pemberitahuan aksi tersebut. Berdasarkan surat yang masuk, jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 10 ribu orang.

"Surat pemberitahuannya memang sudah masuk dan sudah kami terima. Kalau memang nanti teknisnya seperti itu, tentu akan kami mediasi atau kami fasilitasi untuk audiensi. Insyaallah nanti bisa diaudiensikan," ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Meski aksi unjuk rasa merupakan hak yang dijamin undang-undang, polisi mengedepankan langkah persuasif agar persoalan dapat diselesaikan melalui dialog. Polrestabes juga mengingatkan seluruh peserta aksi untuk menjaga situasi tetap kondusif.

"Kami juga tetap berupaya agar persoalan ini bisa diselesaikan terlebih dahulu melalui mediasi atau audiensi," katanya.

Awaludin menegaskan Surabaya merupakan rumah bersama yang harus dijaga keamanan dan ketertibannya. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

"Surabaya ini rumah kita bersama. Tempat kita tinggal, bekerja, dan mencari rezeki. Mari kita jaga bersama-sama agar kita bisa hidup berdampingan dengan rukun," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article