Viral Pengacara Ajak Berkelahi Warga di Pantai Semilir Tuban

Tuban, IDN Times - Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria mengamuk dan mengajak berkelahi warga viral di media sosial. Belakang diketahui pria yang berpakaian setelan jas dan memakai topi ala koboi itu adalah seorang pengacara dari ahli waris yang mengklaim kepemilikan tanah tersebut. Pria tersebut kesal lantaran upayanya menutup pintu masuk di lokasi wisata pantai Semilir Tuban dihalang-halangi oleh pedagang dan warga.
1. Pengacara tersebut juga melepas jas dan topi

Dalam video yang berdurasi sekitar 2 menit itu, nampak pria melepas jas dan topi yang dikenakan sambil menantang warga yang mencoba menghalang-halangi penutupan akses jalan keluar masuk. Sejumlah warga dan juga polisi yang bertugas mengamankan lokasi nampak melerai pria itu. Salah seorang pedagang pantai Semilir Tuban, Mahmudi (38) membenarkan kejadian tersebut di pantai Semilir Tuban. Peristiwa itu sendiri terjadi pada Kamis (20/10/22), kemarin.
"Peristiwa itu terjadi karena ada upaya penutupan pintu masuk yang dilakukan ahli waris H. Salim Hakim dan Hj. Sholikah," katanya.
2. Perselisihan sudah lama terjadi antara ahli waris dan pemerintah desa

Mahmudi mengaku, lahan di lokasi wisata pantai Semilir Tuban tersebut memang saat ini sedang terjadi perselisihan antara seseorang yang mengaku ahli waris dan juga pemerintahan Desa Socorejo, Kecamatan Jenu. Bahkan kasusnya sendiri telah dilaporkan ke Polda Jatim.
"Sebenarnya kami para pedagang merasa keberatan jika pantai Semilir ini ditutup sebelum adanya keputusan tetap dari pengadilan siapa pemiliknya. Apalagi di sini menjadi tempat mata pencaharian kami," katanya.
3. Kericuhan itu berhasil diredam oleh polisi

Sementara itu dihubungi terpisah, Kapolsek Jenu Kompol Gunawan Wibisono membenarkan telah terjadi rencana penutupan, pada Kamis sore. Namun sempat terjadi perselisihan hingga akhirnya hal itu bisa diredam. Saat ini kondisi di lokasi wisata pantai Semilir Tuban sudah kembali normal.
"Iya ada rencananya penutupan, tapi dihalang-halangi oleh warga. Tapi saat ini kondisi di sana sudah aman dan masyarakat sudah melakukan kegiatannya seperti biasanya," pungkasnya.



















