Bus Mira Hantam Pikap di Ngawi, 10 Orang Luka-luka

- Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Ngawi–Geneng antara Bus PO Mira dan pikap Daihatsu Gran Max, menyebabkan sepuluh orang luka-luka dan dirawat di RS Widodo Ngawi.
- Bus Mira diduga kurang mengantisipasi kendaraan di depannya hingga menabrak bagian belakang Gran Max yang kemudian terdorong dan menabrak pohon di tepi jalan.
- Satu korban bernama Puji Astuti mengalami luka berat dengan penurunan kesadaran, sementara sembilan lainnya luka ringan; polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan.
Ngawi, IDN Times – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Bus PO Mira dan mobil pikap Daihatsu Gran Max terjadi di Jalan Raya Ngawi–Geneng, tepatnya di Km 3-4 Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Rabu (10/6/2026). Akibat kejadian tersebut, 10 orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Widodo Ngawi.
1. Bus Mira diduga kurang antisipasi kendaraan di depan

Kepala Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Ngawi, Iptu Agus Hariyanto, menjelaskan kecelakaan bermula saat Bus Mira bernomor polisi S 7257 US yang dikemudikan Noga Pratama (28), warga Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, melaju dari arah selatan menuju utara.
Di depannya melaju Daihatsu Gran Max bernomor polisi AE 8426 NR yang dikemudikan Suyono (47), warga Desa Banjaransari, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi. Kendaraan tersebut membawa sembilan penumpang.
"Pengemudi Bus Mira diduga kurang memperhatikan kondisi arus lalu lintas di depannya sehingga menabrak bagian belakang Daihatsu Gran Max yang melaju searah," kata Agus.
2. Pikap terdorong hingga menabrak pohon

Benturan dari belakang membuat Gran Max terdorong ke depan dan kehilangan kendali. Kendaraan kemudian oleng sebelum akhirnya menghantam pohon di tepi jalan.
Kerasnya tabrakan menyebabkan kedua kendaraan mengalami kerusakan. Sementara para penumpang Gran Max mengalami berbagai cedera, mulai dari memar, nyeri pada sejumlah bagian tubuh, hingga luka robek.
Petugas kepolisian bersama warga yang berada di sekitar lokasi langsung melakukan evakuasi terhadap korban dan membawa mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
3. Satu korban luka berat dan alami penurunan kesadaran

Dari total 10 korban, satu orang dilaporkan mengalami luka berat. Korban bernama Puji Astuti mengalami nyeri pinggang, memar di bagian dada, gelisah, hingga penurunan kesadaran sehingga harus menjalani perawatan intensif.
"Total ada 10 korban, di antaranya satu luka berat yakni atas nama Puji Astuti. Korban mengalami nyeri pinggang, memar pada dada, gelisah, serta mengalami penurunan kesadaran," ujar Agus.
Sementara sembilan korban lainnya mengalami luka ringan, termasuk pengemudi Gran Max, Suyono, yang mengalami nyeri pada kaki kiri. Penumpang lain dilaporkan mengalami memar di dada, nyeri pinggang, nyeri kaki, serta luka robek pada tangan.
Satlantas Polres Ngawi mengaku masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Kendaraan yang terlibat telah diamankan sebagai barang bukti, sedangkan kondisi korban terus dipantau oleh tim medis.
"Kami masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kecelakaan. Seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis," pungkas Agus.


















