Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Usai Dapat Gelar Mama Papua, Khofifah Terima Noken dari Pendeta Papua

Usai Dapat Gelar Mama Papua, Khofifah Terima Noken dari Pendeta Papua
Dok.IDN Times/Istimewa
Share Article

Surabaya, IDN Times - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa mendapat hadiah dari para pendeta dari Papua dan Papua Barat. Mantan Menteri Sosial ini diberi noken alias tas tradisional dari serat kulit kayu setelah menerima kunjungan para pendeta di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (26/8).

 

1. Diberi gelar Mama Papua

Dok.IDN Times/Istimewa
Dok.IDN Times/Istimewa

 

Tak hanya noken, gubernur yang juga Ketum PP Muslimat NU ini juga diberi gelar Mama Papua oleh pendeta asal Papua. Dia pun mengaku senang atas pemberian tersebut dan menyatakan komunikasi dengan para pendeta ini cukup baik.

"Kami bersyukur dan berterima kasih pendeta dari Jayapura, Manokwari dan Sorong berkenan hadir di sini. Sama seperti Pak Lenis, beliau menyampaikan bu Khofifah menjadi Mama Papua, saya juga dikasih Noken, terima kasih," ujar Khofifah.

2. Tunjukkan eratnya hubungan dengan pemuka agama Papua dan Papua Barat

Dok.IDN Times/Istimewa
Dok.IDN Times/Istimewa

 

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga menyatakan, kalau hubungannya dengan para pemuka agama ini erat, artinya perbedaan tidak membuat perpecahan. Ia menegaskan, perbedaan itu bisa menyatukan.

"Memang kami sempat bersilaturahmi sebelumnya. Kami meminta Pak pendeta untuk membantu komunikasi kami dengan para religius leader. Kami berharap ini menjadi perekat penguatan kebersamaan kami," katanya.

3. Berharap mahasiswa Papua di Jatim bisa studi dengan lancar

Dok.IDN Times/Istimewa
Dok.IDN Times/Istimewa

 

Sementara itu, Ketua Umum Persekutuan Gereja Sekota Jayapura, Pieth Wambrauw mengatakan kedatangannya ini untuk mengunjungi para mahasiswa Papua. Pihaknya juga ingin mahasiswa Papua di sini bisa melakukan studi dengan lancar.

"Karena anak kami datang ke sini untuk studi maka kami berharap mereka bisa kembali kuliah lagi, mereka kembali untuk menuntut ilmu. Dengan harapan suatu saat mereka kembali lagi ke Papua, Papua Barat untuk bisa membangun bersama dengan masyarakat," ungkapnya.

4. Minta polisi usut tuntas

Dok.IDN Times/Istimewa
Dok.IDN Times/Istimewa

 

Pieth juga berharap pihak aparat keamanan bisa memproses hukum seseorang atau oknum yang melakukan pengrusakan bendera hingga melontarkan ujaran rasis. Dia percaya kalau aparat kepolisian bisa mengusut tuntas.

"Kami sangat berharap dan saya yakin pasti urusan itu akan selesai dengan baik, sehingga tidak ada pihak mana pun yang dirugikan," pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ardiansyah Fajar Syahlillah
Faiz Nashrillah
Ardiansyah Fajar Syahlillah
EditorArdiansyah Fajar Syahlillah

Latest News Jawa Timur

See More

15 Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Masih Dirawat di Arab Saudi

27 Jun 2026, 16:49 WIBNews