Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Transisi New Normal Malang Raya Diperpanjang hingga 14 Juni 2020

Transisi New Normal Malang Raya Diperpanjang hingga 14 Juni 2020
Petugas gabungan memberikan arahan kepada pengunjjng cafe agar menerapkan physical distancing. Dok/Humas Pemkot Malang
Share Article

Malang, IDN Times - Jajaran pemerintahan tiga wilayah di Malang Raya sepakat melanjutkan transisi new normal hingga 14 Juni mendatang. Keputusan tersebut diambil lantaran kasus penyebaran virus corona di Malang Raya masih cukup tinggi.

Hal itu mengacu pada angka basic reproduction number (R0) yang masih di atas angka satu. Untuk itu perlu dilakukan treatment berupa intervensi dari pemerintah guna menurunkan angka R0 menjadi Rt atau angka reproduksi efektif. 

1. Fokus turunkan angka reproduksi efektif

Petugas kesehatan melakukan rapid test kepada pengung warung kopi di kawasan Sudimoro, Kota Malang. Dok/Humas Pemkot Malang
Petugas kesehatan melakukan rapid test kepada pengung warung kopi di kawasan Sudimoro, Kota Malang. Dok/Humas Pemkot Malang

Sejauh ini angka reproduksi efektif (Rt) di Malang Raya masih di atas 1,23. Artinya, satu pasien positif COVID-19 bisa menularkan pada satu hingga dua orang. Sementara syarat untuk menuju new normal berdasar aspek epidemiologi harus di bawah angka 1. Maka dari itu, dalam masa transisi new normal tahap dua di Malang Raya ini, setiap wilayah masih fokus untuk menurunkan angka Rt.


"Jika melihat angka Rt masih di atas 1, maka belum memenuhi syarat untuk new normal. Untuk itu perlu dilakukan treatment guna menurunkan angak Rt hingga di bawah 1," papar Jubir Satgas COVID-19 Kota Batu M Chori, Senin (8/6).

2. Masyarakat belum sepenuhnya patuhi protokol kesehatan

Polisi menjaga kawasan physical distancing di Kota Batu. Malang Raya tengah membahas rencana PSBB. IDN Times/Alfi Ramadana
Polisi menjaga kawasan physical distancing di Kota Batu. Malang Raya tengah membahas rencana PSBB. IDN Times/Alfi Ramadana

Aspek lain yang membuat Malang Raya masih belum sepenuhnya siap menerapkan new normal adalah kedisiplinan masyarakat. Masih banyak masyarakat yang tidak disiplin menerapkan aturan protokol kesehatan seperti menggunakan masker.

Seperti saat berbelanja di pasar, tak hanya para pembeli, ternyata masih banyak pedagang yang belum pakai masker. Saat berbelanja pun belum banyak yang menerapkan physical distancing. 

"Masih  terjadi transaksi manual terutama di pasar tradisional dan parkir tanpa menggunakan sarung tangan. Kondisi ini berpotensi menjadi titik penularan," tambahnya. 

3. Kelengkapan protokol kesehatan masih kurang di tempat terbuka

Alun-alun Kota Batu yang kembali didatangi pengunjung. IDN Times/ Alfi Ramadana
Alun-alun Kota Batu yang kembali didatangi pengunjung. IDN Times/ Alfi Ramadana

Berikutnya adalah dari sisi kesiapan dan kelengkapan menuju new normal. Masih dijumpai pada beberapa tempat usaha dan ruang publik yang masih perlu ada penyempurnaan dalam penyediaan kelengkapan dan sarana prasarana untuk mendukung protokol kesehatan. Beberapa kelengkapan yang perlu ditambah seperti penyiapan SOP yang lebih aplikatif, penyiapan tempat cuci tangan yang dilengkapi sabun atau handsanitizer, serta kelengkapan APD bagi pekerja. 

"Beberapa pengelola juga masih belum melakukan sosialisasi atau edukasi protokol kesehatan di tempat kegiatannya, baik melalui banner, pamflet, stiker, maupun pengeras suara," sambung M Chori. 

4. Pemkot Malang perkuat pengendalian kasus

Penyemprotan dilakukan di tiap sudut cafe untuk mencegah penyebaran virus COVID-19. Dok/Humas Pemkot Malang
Penyemprotan dilakukan di tiap sudut cafe untuk mencegah penyebaran virus COVID-19. Dok/Humas Pemkot Malang

Sementara itu, selama masa transisi new normal yang kedua, Pemkot Malang lebih fokus kepada tiga hal. Pengendalian kasus COVID-19 dengan tracing dan treatment, lalu melakukan penegakan disiplin protokol kesehatan, serta penguatan kampung tangguh.

Beberapa hari terakhir Satgas COVID-19 Kota Malang sudah melakukan penegakan protokol kesehatan dengan mendatangi sejumlah kafe. Petugas juga terus melakukan rapid test massal.

"Tahapannya bagi yang reaktif akan dilakukan rapid tahap kedua. Kalau untuk mereka yang reaktif saat penertiban di Sudimoro sudah dilakukan rapid test kedua. Hasilnya negatif COVID-19," kata Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto.

5. Maksimalkan kampung tangguh

Seorang warga disemprot sebelum masuk ke wilayah Ketawanggede, Kota Malang. IDN Times/ Alfi Ramadana
Seorang warga disemprot sebelum masuk ke wilayah Ketawanggede, Kota Malang. IDN Times/ Alfi Ramadana

Memaksimalkan gerakan kampung tangguh juga menjadi langkah yang ditempuh oleh Pemkot Malang. Konsep kampung tangguh sendiri telah jadi role model nasional. Untuk itu, selama tujuh hari ke depan masa transisi new normal akan difokuskan untuk menekan angka kasus. Saat ini total kasus positif COVID-19 untuk Kota Malang mencapai 69 kasus. Dari total kasus tersebut 26 orang sudah dinyatakan sembuh, 39 orang masih dirawat, dan 4 orang meninggal dunia.

"Muncul persepsi bahwa transisi new normal ini dipahami bahwa semua sudah normal tidak ada COVID-19. Hal ini yang harus diluruskan," katanya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Alfi Ramadana
Dida Tenola
Alfi Ramadana
EditorAlfi Ramadana

Latest News Jawa Timur

See More

Bawa 16 Tuntutan, Mahasiswa Besok Aksi di Depan Grahadi

16 Jun 2026, 21:21 WIBNews