Pendaki Gunung Lawu Diingatkan Jaga Etika Saat Malam 1 Suro

- Ratusan pendaki memadati jalur Cemorosewu di Gunung Lawu untuk menyambut malam 1 Suro, dengan sekitar 500 orang tercatat mendaki dari berbagai daerah.
- Pihak pengelola dan aparat mengingatkan pendaki agar mematuhi aturan, menjaga etika, serta tidak melakukan pelanggaran demi keselamatan dan ketertiban bersama.
- Imbauan disiplin muncul setelah insiden rebutan spot foto antarpendaki viral pada April 2026, yang akhirnya diselesaikan damai oleh pihak pengelola.
Magetan, IDN Times – Gunung Lawu masih menjadi tujuan favorit masyarakat untuk menyambut malam 1 Suro atau 1 Muharam 1448 Hijriah. Ratusan pendaki memadati jalur Cemorosewu, Magetan, pada Senin (15/6/2026). Di tengah ramainya aktivitas pendakian, aparat dan pengelola mengingatkan pentingnya menjaga etika dan ketertiban selama berada di kawasan gunung.
1. Sebanyak 500 pendaki masuk melalui jalur Cemorosewu

Berdasarkan data penjualan tiket, sekitar 500 pendaki tercatat memasuki kawasan Gunung Lawu melalui jalur Cemorosewu. Mereka datang dari berbagai daerah untuk mendaki sekaligus menjalani tradisi spiritual yang sudah berlangsung turun-temurun setiap pergantian tahun Jawa.
Jalur Cemorosewu menjadi favorit karena merupakan jalur terpendek menuju puncak Gunung Lawu dengan jarak sekitar 6,5 kilometer dan waktu tempuh lima hingga delapan jam.
2. Pendaki diingatkan patuhi aturan dan jaga ketertiban

Asper BKPH Lawu Selatan, Mulyadi, meminta seluruh pendaki mematuhi aturan yang berlaku demi keselamatan dan kenyamanan bersama. Pendaki juga dilarang melakukan aktivitas yang melanggar ketentuan maupun hukum selama berada di kawasan gunung.
“Pendaki wajib mengikuti aturan yang berlaku demi keselamatan dan kenyamanan bersama. Jangan melakukan aktivitas yang melanggar ketentuan maupun hukum,” ujarnya.
Selain itu, aparat kepolisian mengimbau para pendaki untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di lokasi-lokasi yang menjadi titik favorit pengunjung.
3. Imbauan muncul setelah insiden rebutan spot foto sempat viral

Imbauan tersebut tidak lepas dari insiden yang sempat menghebohkan media sosial pada April 2026 lalu. Dua rombongan pendaki asal Bogor dan Bandung terlibat adu mulut di kawasan puncak Gunung Lawu akibat berebut spot foto matahari terbit.
Meski sempat memanas dan viral di media sosial, konflik tersebut akhirnya berhasil diselesaikan secara damai setelah kedua pihak dipertemukan oleh pengelola basecamp.
“Tidak ada laporan yang masuk ke kepolisian. Kedua pihak sudah berdamai dan persoalan telah diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Kapolsek Plaosan AKP Agus Budi.
Berkaca dari kejadian itu, para pendaki yang memadati Gunung Lawu saat malam 1 Suro diharapkan dapat mengedepankan sikap saling menghormati, menjaga kesopanan, dan menghargai hak sesama pendaki agar suasana tetap aman dan kondusif.

















