Jalan Sehat 1 Muharram Jatim Ricuh, 6.700 Kupon Tak Terdistribusi

- Acara Jalan Sehat 1 Muharram 1448 H di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya ricuh karena 6.700 kupon undian dan 10.000 paket makanan tidak terdistribusi dengan baik.
- Pemprov Jatim melalui Imam Hidayat menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan menegaskan bahwa peserta yang mengikuti prosedur telah menerima kupon serta snack box sesuai aturan.
- Pemerintah berjanji melakukan evaluasi menyeluruh terkait manajemen kerumunan dan distribusi logistik, serta memastikan hadiah yang belum dibagikan akan digunakan kembali pada event besar berikutnya.
Surabaya, IDN Times - Pelaksanaan Jalan Sehat 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) di kawasan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya ricuh, Selasa (16/6/2026). Sebanyak 6.700 tidak terdistribusikan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Imam Hidayat mengatakan bahwa tingginya antusiasme masyarakat yang hadir merupakan energi positif sekaligus menjadi bahan evaluasi penting bagi Pemprov Jatim agar penyelenggaraan kegiatan serupa ke depan dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman.
“Atas nama Pemprov Jatim, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi pada pelaksanaan Jalan Sehat 1 Muharram 1448 Hijriah hari ini,” kata Imam di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.
“Antusiasme masyarakat yang begitu besar tentu kami syukuri. Namun berbagai dinamika yang terjadi di lapangan akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh agar ke depan pelaksanaan kegiatan serupa dapat berjalan lebih baik,” imbuhnya.
Imam membeberkan, masih terdapat sekitar 6.700 kupon undian dan sekitar 10.000 paket makanan ringan yang belum sempat terdistribusi kepada para pesera. Padahal, kupon dan makanan telah disiapkan di pos-pos rute jalan sehat.
"Namun, setelah semua peserta melewati pos, ternyata masih tersisa kupon dan paket makanan ringan cukup.banyak, lebih 5000 kupon dan snack box. Kami lakukan kroscek, dan memastikan semua peserta yang melintas sudah mendapat semua. Jadi kroscek tim di lapangan, ada sejumlah warga yang memang tidak mengikuti prosedur tersebut, sehingga tidak mendapatkan kupon dan paket makanan ringan," tambahnya.
Imam memastikan semua peserta yang telah mengikuti jalan sehat sesuai prosedur panitia telah mendapatkan kupon dan paket makanan ringan.
Meski diwarnai kendala teknis di lapangan, Imam mengapresiasi semangat masyarakat yang tetap hadir untuk menyemarakkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan penuh suka cita dan semangat kebersamaan. Menurutnya, Jalan Sehat 1 Muharram tidak sekadar menjadi kegiatan olahraga, melainkan momentum memperkuat semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas.
“Hijrah yang dicontohkan Rasulullah SAW bukan hanya perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain, tetapi transformasi menuju kualitas kehidupan yang lebih mulia. Hijrah dari pesimisme menuju optimisme, dari sikap individualistis menuju kepedulian sosial, dari kemalasan menuju produktivitas, serta dari pola hidup yang kurang sehat menuju gaya hidup yang lebih berkualitas,” tuturnya.
Imam mengatakan, Pemprov Jatim telah melakukan evaluasi awal terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa seluruh petugas lapangan telah dibekali Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagaimana pelaksanaan event-event sebelumnya. Namun, tingginya antusiasme masyarakat dan dinamika pergerakan peserta di lapangan menyebabkan terjadinya kepadatan di sejumlah titik.
“Kami telah menyiapkan petugas dengan SOP yang selama ini diterapkan pada berbagai kegiatan serupa. Namun memang terdapat dinamika di lapangan yang menyebabkan penumpukan massa pada beberapa titik tertentu,” ujarnya.
Saat ini, seluruh logistik baik itu kupon dan paket makanan telah diamankan dan dikembalikan ke posko utama untuk dilakukan pendataan serta penanganan lebih lanjut. “Kami memahami adanya harapan masyarakat untuk mendapatkan seluruh layanan dan fasilitas yang telah disiapkan. Karena itu, kami menyampaikan permohonan maaf dan akan melakukan evaluasi secara komprehensif agar distribusi logistik maupun pengaturan arus peserta dapat lebih optimal di masa mendatang,” katanya.
Di sisi lain, dalam kegiatan tersebut panitia telah menerjunkan sekitar 150 personel internal yang dibantu oleh berbagai unsur pendukung, termasuk pengelola Islamic Center, untuk memastikan kegiatan berjalan dengan baik. Pihakknya pun memastikan bahwa berbagai hadiah yang belum sempat dibagikan tidak akan hangus, melainkan akan dialokasikan kembali untuk memeriahkan agenda-agenda besar Pemerintah Provinsi Jawa Timur berikutnya.
“Seluruh hadiah tetap kami amankan dan akan digunakan kembali pada event-event besar Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendatang. Ini merupakan bentuk komitmen kami agar seluruh dukungan dan partisipasi masyarakat tetap mendapatkan apresiasi yang terbaik,” jelasnya.
Menurut Imam, peristiwa ini menjadi pelajaran penting sekaligus momentum introspeksi bagi seluruh panitia untuk memperkuat manajemen kerumunan (crowd management), pengaturan jalur peserta, hingga sistem distribusi logistik.
“Bagi kami, ini menjadi momen untuk bermuhasabah dan mengevaluasi apa yang masih kurang pada pelaksanaan hari ini. Kami akan melakukan perbaikan menyeluruh agar ke depan kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

















