Tolak Relokasi, Jagal dan Pedagang Daging RPH Surabaya Demo Lagi

- Jagal dan pedagang daging RPH Surabaya demo lagi di Balai Kota Surabaya
- Tuntutan mereka adalah tak mau RPH direlokasi dan mencabut surat edaran tentang pendaftaran jagal yang memaksa untuk dipindah
- Mereka mengancam akan mogok kerja selama empat hari dan mengganggu ketersedian pasokan daging di Surabaya sampai tuntutan terpenuhi
Surabaya, IDN Times - Sejumlah jagal Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Surabaya dan pedagang daging Jalan Arimbi, Pegirian, Kecamatan Semampir Surabaya kembali menggeruduk Balai Kota Surabaya, Selasa (13/1/2026). Tuntutan mereka masih sama yakni tak mau RPH direlokasi.
Koordinator Aksi, Abdullah Mansyur mengatakan, sama seperti aksi sebelumnya, pihaknya meminta Wali Kota Surabaya , Eri Cahyadi mencabut surat tentang kebijakan pemindahan RPH dari Pegirian ke Tambak Osowilangun. Letak RPH yang baru dinilai cukup jauh dari RPH lama.
"Yang kedua, saya memohon dan mencabut surat edaran tentang pendaftaran jagal yang memaksa untuk dipindah dari Pegirian ke tempat yang baru," ujarnya.
Abdullah menyebut, seluruh jagal di RPH Surabaya kini mogok kerja. Hal ini juga dilakukan oleh pedagang daging Jalan Arimbi, Surabaya. "Ini mogok (kerja), dari kemarin sampai hari ini masih mogok," sebutnya.
Bila hari ini aksi mereka tak ditemui oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya maka pihaknya akan terus melakukan aksi mogok. Mogok bahkan akan dilakukan sampai Pemkot memenuhi tuntutan mereka untuk tak memindah RPH.
"Kita tetap akan melakukan aksi mogok satu bulan, dua bulan, satu tahun kita akan melakukan aksi mogok," ucap Abdullah.
Abdullah menyebut, aksi akan dilakukan selama empat hari. Hal ini untuk menujukkan kepada pemerintah bahwa jagal dan pedagang daging merupakan bagian pelaku ekonomi yang berperan menjaga stabilitas ekonomi.
"Aksinya itu selama empat hari. Tapi mogoknya, mogok kerja, karena ini sebagai alarm terhadap stabilitas nasional secara ekonominya, kita akan melakukan aksi mogok sampai betul-betul tuntutan kami dipenuhi," tuturnya.
Pihaknya mengancam akan menganggu ketersedian pasokan daging di Surabaya. Ini sampai tuntutan terpenuhi.
"Dan kita pastikan ya, untuk kemudian di kota Surabaya tidak akan ada peredaran daging sapi, kita melihat, bisa cek di pasar-pasar, di Kota Surabaya itu tidak ada peredaran daging sapi sama sekali," pungkas dia.


















