Menko AHY Perintahkan Investigasi Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2

- Pemerintah akan menerjunkan KNKT untuk menginvestigasi penyebab kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Madura, setelah penyelamatan korban diprioritaskan.
- Kementerian Perhubungan, Basarnas, dan tim SAR gabungan terus mengevakuasi serta memverifikasi data penumpang. Hingga pukul 21.00 WIB, 231 orang selamat dan lima meninggal dunia.
- Pemerintah akan mengevaluasi kelaikan kapal, kesiapan awak, SOP, mitigasi cuaca, serta mendorong peremajaan armada nasional untuk memperkuat keselamatan transportasi laut.
Bangkalan, IDN Times – Pemerintah memastikan akan mengusut penyebab kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 yang terjadi di perairan utara Madura. Di tengah proses evakuasi ratusan penumpang, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan diterjunkan untuk melakukan investigasi guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, investigasi menjadi langkah penting agar penyebab kebakaran dapat diketahui sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.
"Pemerintah segera meluncurkan investigasi, karena kita harus tahu persis apa penyebab dari insiden tersebut," ujar AHY saat di Bangkalan, Minggu (2/8/2026).
AHY mengatakan, investigasi akan dilakukan oleh KNKT setelah proses penyelamatan korban menjadi prioritas utama. Menurutnya, hasil investigasi akan mengungkap apakah insiden dipicu faktor teknis, kelalaian, kondisi cuaca, atau penyebab lainnya.
"Investigasi akan dilakukan oleh KNKT dan tentu membutuhkan waktu untuk menjelaskan kepada kita semua apa penyebabnya," katanya.
Sembari proses investigasi berjalan, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bersama Basarnas dan unsur SAR gabungan masih fokus melakukan evakuasi korban serta memverifikasi data penumpang.
"Direktorat Jenderal Perhubungan Laut masih terus memastikan verifikasi data penumpang hasil evakuasi bersama tim SAR dan kapal-kapal patroli," ujarnya.
AHY menekankan insiden ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap keselamatan transportasi laut. Pemerintah akan mengevaluasi berbagai aspek, mulai dari kelaikan kapal, kesiapan awak kapal, penerapan standar operasional prosedur (SOP), hingga mitigasi cuaca.
"Kita ingin memastikan transportasi laut menerapkan prinsip safety first. SOP harus dijalankan, keselamatan penumpang nomor satu, cuaca harus dimitigasi, dan kapal dipastikan selalu dalam kondisi layak," tegasnya.
Selain itu, pemerintah juga mendorong percepatan peremajaan armada kapal nasional agar risiko kecelakaan akibat faktor teknis dapat diminimalkan.
Seperti diketahui, KM Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya–Makassar terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu pagi. Hingga pukul 21.00 WIB, Basarnas mencatat 231 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan lima orang meninggal dunia. Operasi SAR masih berlangsung untuk memastikan seluruh penumpang dan awak kapal telah ditemukan.

















