KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar, Keluarga Menanti Kabar Orang Tercinta

- Keluarga penumpang KM Mutiara Sentosa 2 menunggu kepastian di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, setelah kapal terbakar di perairan utara Sumenep, Madura.
- Sejumlah keluarga kesulitan memperoleh informasi; Devi belum mengetahui nasib suaminya, sementara kerabat Samparia disebut tidak tercantum dalam manifes penumpang.
- Basarnas mencatat 227 orang selamat dan lima meninggal hingga Minggu pukul 17.00 WIB; Tanjung Perak disiapkan dengan ambulans, mobil jenazah, dan tim medis.
Surabaya, IDN Times – Kecemasan menyelimuti Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (2/8/2026) malam. Keluarga korban KM Mutiara Sentosa 2 berdatangan mencari kepastian nasib kerabat mereka yang menjadi penumpang kapal yang terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura.
Para keluarga ini memilih menunggu kepastian dari Pelabuhan Tanjung Perak, daripada langsung ke Sumenep. Padahal, posko di Sumenep sudah disediakan oleh pihak kepolisian. Namun, menurut Kapolresta Sumenep, Kombes Pol Ariek Indra Sentanu, kobdisinya nihil.
"Kami sediakan posko di sini, namun nihil. Keluarga korban menunggu di Surabaya," ujarnya kepada IDN Times.
Sementara itu, Salah satu keluarga korban, Devi, warga Gresik, mengaku baru mengetahui suaminya, Deni Vristiawan (39), menjadi penumpang kapal nahas itu setelah melihat siaran langsung di media sosial. "Saya baru mendapat kabar dari live TikTok," ujarnya.
Devi mengatakan suaminya berangkat menuju Makassar bersama lima rekannya. Hingga Minggu malam, ia belum mendapat kepastian apakah suaminya termasuk korban selamat atau masih dalam proses evakuasi.
Kondisi serupa dialami Samparia, warga Makassar. Ia mengaku keluarganya juga kesulitan mencari informasi karena nama kerabatnya disebut tidak tercantum dalam manifes penumpang.
Tak hanya keluarga, Susilo, pemilik perusahaan ekspedisi di Pelabuhan Tanjung Perak, juga menunggu kabar lima pegawainya yang mengawal pengiriman kuda dan kambing menggunakan KM Mutiara Sentosa 2.
"Empat orang sudah dinyatakan selamat. Satu orang lagi sampai sekarang belum diketahui keberadaannya," katanya.
Sementara itu, berdasarkan data Basarnas hingga Minggu pukul 17.00 WIB, sebanyak 227 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sedangkan lima orang dinyatakan meninggal dunia. Proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan bersama kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
Pelindo juga telah menyiapkan Pelabuhan Tanjung Perak sebagai lokasi kedatangan korban. Sejumlah ambulans, lima mobil jenazah, serta tim medis disiagakan untuk menyambut para penyintas maupun korban yang dievakuasi dari laut. Hingga Minggu malam, keluarga korban masih bertahan di pelabuhan sambil menunggu kepastian nasib orang-orang yang mereka cintai.

















