Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Surat Ahmad Dhani Tentang NU Beredar, Pengacara Ragukan Keaslian

Surat Ahmad Dhani Tentang NU Beredar, Pengacara Ragukan Keaslian
Share Article

Surabaya, IDN Times - Surat terbuka selalu beredar tiap persidangan terdakwa kasus pencemaran nama baik, Ahmad Dhani. Setelah berpamitan kepada sang mama untuk bersekolah di Sekolah Medaeng, kali ini beredar surat yang mengatakan bahwa Dhani sedang berada di Pondok Pesantren Medaeng.

1. Surat dibagikan Jubir BPN

 

Surat tersebut dibagikan oleh Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Muhammad Irfan Yusuf. Ia membagikan surat itu seusai persidangan Ahmad Dhani, Selasa (19/2).

"Ini mas Dhani sendiri yang nulis. Ungkapan hatinya, perasaan yang disampaikan supaya teman-teman paham," ujar Yusuf yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al Farros.

2. Mendeklarasikan diri sebagai NU Gusdurian

IDN Times/Fitria Madia
IDN Times/Fitria Madia

 

Dalam surat tersebut dijelaskan bagaimana Dhani mempertanyakan Nahdlatul Ulama seperti apa yang sebenarnya. Ia pun menyimpulkan diri bukan sebagai warga NU yang mendukung Jokowi atau pun NU Islam Nusantara melainkan sebagai NU Gusdurian.

"Saya NU Pengikut Hadratussyekh asyim Asy'Ari. Saya NU Gusdurian. 100% Islam saya Isamnya Gus Dur," tulisnya dengan ditambahi keterangan Pondok Pesantren Medaeng.

3. Menggunakan kaus bergambar Gus Dur

IDN Times/Fitria Madia
IDN Times/Fitria Madia

Selain menyatakan keislaman Gusdurian yang ia anut melalui surat, pada saat persidangan Dhani juga mengenakan kaus bergambar wajah Gus Dur melapisi kemeja putih yang ia kenakan. Ia pun hanya memamerkan kaus tersebut tanpa memberikan keterangan.

"Saya gak boleh ngomong sama wartawan. Gak dibolehin polisi," ujarnya sembari berlalu memasuki ruang sidang.

4. Kuasa hukum masih mempertanyakan keaslian surat

 

Namun keaslian surat ini masih dipertanyakan. Pasalnya, tim kuasa hukum Dhani tidak dapat mengkonfirmasi apakah benar Dhani yang menulis surat tersebut.

"Takutnya kan ada pihak yang memanfaatkan. Biasanya kalau mas dhani ada tanda tangan. Kalau yang tidak ada tanda tangannya kurang tahu saya. Kalau ada tanda tangan kan aman. Ini saya belum dapat konfirmasi," terang Aldwin Rahardian, ketua tim kuasa hukum.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fitria Madia
EditorFitria Madia

Latest News Jawa Timur

See More

Honda Brio Meluncur Dari Fly Over Gubeng, Pengemudi Mabuk

09 Jun 2026, 11:24 WIBNews