Surabaya, IDN Times - BPBD Jawa Timur (Jatim) memastikan banjir yang sempat merendam sejumlah wilayah di Kota Surabaya dan Kabupaten Banyuwangi pada Senin (22/6/2026) dini hari telah surut hingga Senin siang. Tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno mengatakan, hingga Senin siang hanya terdapat dua laporan banjir yang masuk ke BPBD Jatim, yakni dari Surabaya dan Banyuwangi. "Terlapor semalam Banyuwangi dan Surabaya, lainnya nihil. Saat ini sudah surut," ujarnya kepada IDN Times.
Di Banyuwangi, banjir terjadi di Jalan Candian, Desa Rogojampi, Kecamatan Rogojampi. Genangan dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (21/6/2026) malam.
Curah hujan yang berlangsung cukup lama menyebabkan debit sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga sekitar pukul 03.30 WIB.
Berdasarkan laporan BPBD Jatim, genangan di wilayah tersebut telah surut total. Tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi. Petugas BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten Banyuwangi masih melakukan pemantauan kondisi sungai guna mengantisipasi potensi banjir susulan apabila hujan kembali turun.
Sementara di Surabaya, hujan deras sejak sekitar pukul 03.00 WIB memicu genangan di sejumlah ruas jalan dan permukiman. Genangan sempat terjadi di beberapa kecamatan, di antaranya Benowo, Wonokromo, Sukolilo, Gubeng, Sukomanunggal, Tenggilis Mejoyo, dan Tegalsari.
Ketinggian genangan dilaporkan berkisar antara 5 hingga 30 sentimeter dan sempat mengganggu arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Meski demikian, kondisi air terus mengalami penurunan hingga akhirnya surut pada Senin siang.
Dalam penanganannya, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya mengoperasikan pompa dan melakukan penyedotan air di sejumlah titik genangan, sementara BPBD Kota Surabaya terus memantau perkembangan tinggi muka air hingga kondisi dinyatakan aman.
BPBD Jatim mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi genangan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, terutama di wilayah yang memiliki riwayat banjir dan berada di sekitar aliran sungai.
