Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sepanjang 2023, Ada 104 Kasus Baru HIV di Magetan
ilustrasi pita HIV (freepik.com/jcomp)

Magetan, IDN Times - Sepanjang tahun 2023 ini penderita HIV di Kabupaten Magetan Jawa Timur kembali bertambah. Ada sebanyak 104 orang baru. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan setempat, mereka terdeteksi pada saat memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan dari bulan Januari hingga Oktober 2023 ini. Terbanyak didominasi oleh kaum adam akibat prilaku Laki Seks Laki (LSL).

1. Total penderita HIV di Kabupaten Magetan 604 orang

Ilustrasi Logo AIDS (IDN Times/Mardya Shakti)

Sub Koordinir Program HIV Dinas Kesehatan Magetan Agus Yudi Purnomo menjelaskan, jika jumlah penderita HIV di Kabupaten Magetan terus bertambah setiap tahunnya. Sejak tahun 2000 hingga 2023 tercatat sebanyak 609 penderita. 

"Dari total 609 tersebut yang hidup ada 402 ODHIV (orang dengan HIV) dan 215 di antaranya menjalani pengobatan secara rutin di Puskesmas," kata Agus kepada IDN Times, Kamis (30/11/2023).

2. Laki Seks Laki jadi trend penularan HIV di Magetan

Ilustrasi Bobroknya Kesehatan di Indonesia (IDN Times/Sukma Shakti)

Menurutnya, saat ini tren penularan LSL meningkat melebihi penularan yang diderita ibu rumah tangga dari tahun 2021 hingga tahun 2022. Mirisnya, tren ini tidak hanya menjangkiti orang dewasa. Dinkes Magetan mendeteksi LSL banyak dilakukan oleh para pelajar setingkat SMP dan SMA dengan alasan mereka tidak ingin resiko hamil dan lain sebagainya.

"Soal ini kami kesulitan menembus komunitas mereka ya. Padahal mereka harus diberi edukasi agar penularan HIV ini bisa ditekan. Sekaligus, dilakukan skrining agar bisa segera diobati jika dinyatakan positif HIV," terang Agus.

3. Dinkes Magatan gunakan mobilr VCT untuk pencegahan

Ilustrasi Logo AIDS (IDN Times/Mardya Shakti)

Dinkes juga mengaku telah mengupayakan pencegahan dengan menjalankan program mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT). Mobile VCT ini dilakukan oleh 6 Puskesmas. 

"Tahun ini sudah kami lakukan sebanyak 13 kali untuk mendeteksi penderita sekaligus edukasi. Kami juga lakukan skrining pada calon pengantin, HIV, sifilis dan hepatitis," imbuhnya.

Terakhir, pihaknya juga siapkan ruang layanan perawatan dukungan dan pengobatan pada 6 Puskesmas yang tersebar di seluruh Magetan. Puskesmas tersebut berada di Karangrejo, Takeran, Ngariboyo, Candirejo, Plaosan, dan Takeran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article