Surabaya, IDN Times - Petugas keamanan sekolah seharusnya bertugas untuk menjaga sekolah agar tetap aman. Tetapi, hal itu tidak terjadi pada BN (38) petugas keamanan sekolah di Surabaya yang justru membobol tempatnya bekerja.
BN adalah petugas keamanan di TK Islam Fajar Jalan Medokan Sawah, Surabaya. Aksi pembobolan dilakukan BN pada 17 Maret 2026 lalu, beberapa hari sebelum lebaran Idul Fitri 2026.
Pria asal Situbondo, Jawa Timur ini membobol sekolah dengan merusak pintu pagar dan ruangan. Agar aksinya tidak terekam CCTV, ia lebih dahulu mematikan listrik rumah.
"(Pelaku masuk sekolah dengan cara) merusak kunci pintu pagar dan pintu ruangan," ujar Kapolsek Rungkut, Kompol Agus Santoso, Sabtu (11/4/2026).
Saat berhasil masuk ke dalam sekolah, BN kemudian masuk ke ruangan tempat penyimpanan uang. Di ruangan itu lah, BN mencuri beberapa uang yang disimpan di dalam ruangan itu. "(Pelaku) menguasai uang yang disimpan di ruang kepala sekolah," sebut Agus.
Total uang yang dicuri Agus mencapai Rp43 juta. Modusnya, Agus mencuri di tempatnya bekerja lantaran butuh uang untuk mudik. "(Mencuri karena) kebutuhan keluarga, mudik ke desa," kata polisi melati satu ini.
Setelah pihak sekolah mengetahui adanya aksi pembobolan, mereka lantas melapor ke polisi pada 28 Maret 2026. Polisi kemudian melakukan penyelidikan, hasilnya ternyata BN lah yang membobol. "Laporan dilakukan pada 28 Maret 2026, tanggal 29 Maret 2026 pelaku ditangkap," kata dia.
Atas hal ini, BN pun disangkakan dengan pasal 477 KUHP tentang pencurian dan penberatan. Pria itu pun tercanam hukuman maksimal 9 tahun penjara.
