Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemprov Sebut Dua Mal Pakuwon Klaster COVID-19, Manajemen Membantah

Kota Surabaya
Pemprov Sebut Dua Mal Pakuwon Klaster COVID-19, Manajemen Membantah
Suasana Pakuwon Mall Surabaya di tengah pandemik COVID-19. IDN Times/Rosa Folia
Share Article

Surabaya, IDN Times - Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Jawa Timur, dr. Kohar Hari Santoso akhirnya membuka keseluruhan klaster penularan COVID-19 di Jatim. Namun yang menarik, ternyata terdapat dua klaster mal di Surabaya yaitu Pakuwon Mall dan Tunjungan Plaza. Mendengar hal ini, pihak manajemen Pakuwon Group membantah adanya klaster penularan COVID-19 di dua pusat perbelanjaan milik mereka.

  1. 1. Bantah ada kasus COVID-19 di dua mal

    Suasana Pakuwon Mall Surabaya di tengah pandemik COVID-19. IDN Times/Rosa Folia
    Suasana Pakuwon Mall Surabaya di tengah pandemik COVID-19. IDN Times/Rosa Folia

    Direktur Marketing Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi mengatakan bahwa tidak ada penemuan ataupun penularan kasus positif COVID-19 di Tunjungan Plaza dan Pakuwon Mall. Padahal, Kohar menyebut ada empat kasus di   Pakuwon Mall dan 9 kasus di Tunjungan Plaza.

    “Di Pakuwon Mall tidak pernah ada kasus COVID-19. Di Tunjungan Plaza juga tidak pernah ada kasus. Sama sekali tidak pernah. Jadi kalau disebut klaster TP ya saya protes,” ujarnya saat dikonfirmasi IDN Times, Senin (11/5).

  2. 2. Akan merugikan mal

    Grand Opening Triple Jeans di Tunjungan Plaza Surabaya. 6 Maret 2020. IDN Times/Fajar Laksmita
    Grand Opening Triple Jeans di Tunjungan Plaza Surabaya. 6 Maret 2020. IDN Times/Fajar Laksmita

    Menurutnya, pencatutan nama dua mal besar di Kota Surabaya sebagai klaster penularan COVID-19 itu akan merugikan pihaknya. Pasalnya saat ini mal sudah cukup sepi pengunjung. Bila ditambah dengan label sebagai klaster COVID-19 tentu akan semakin memperparah tingkat penjualannya.

    "Jelas ini merugikan nama baik kami yang sudah sangat ketat menerapkan protokol COVID-19," tuturnya.

  3. 3. Mal telah menerapkan protokol pencegahan penularan COVID-19

    Ilustrasi. Suasana Pakuwon Mall Surabaya di tengah pandemik COVID-19. IDN Times/Rosa Folia
    Ilustrasi. Suasana Pakuwon Mall Surabaya di tengah pandemik COVID-19. IDN Times/Rosa Folia

    Sutandi menjelaskan, Pakuwon Group telah menerapkan protokol pencegahan penularan COVID-19 di setiap malnya seperti yang dianjurkan oleh Pemerintah Kota Surabaya seperti kewajiban penggunaan masker dan physical distancing. Bahkan mereka juga memasang bilik sterilisasi di depan pintu masuk mal. Oleh karena itu, Sutandi merasa tidak mungkin ada penularan di dua mal tersebut.

    "Bahkan kami juga tidak menganjurkan para pengunjung untuk window shopping. Karena saat ini stay at home lebih penting," sebutnya sembari menunjukkan baliho anjuran stay at home di depan Pakuwon Mall.

  4. 4. Mal tetap buka agar tidak ada yang di-PHK

    Suasana Pakuwon Mall Surabaya di tengah pandemik COVID-19. IDN Times/Rosa Folia
    Suasana Pakuwon Mall Surabaya di tengah pandemik COVID-19. IDN Times/Rosa Folia

    Ia menambahkan, saat ini pengunjung mal turun drastis menjadi 30 persen dari jumlah pengunjung biasanya. Fungsi mal pun lebih diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan pokok, bukan sebagai tempat hiburan seperti dulu. Jika label sebagai klaster COVID-19 tetap menempel, dikhawatirkan keadaan dua mal tersebut akan semakin memburuk.

    "Mall masih buka bukan semata-mata untuk kepentingan ekonomi tapi juga sosial. Ini supaya angka PHK bisa diminimalkan," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More