Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemkot Gelontorkan Rp20 M Tangani Banjir Surabaya, Bangun Rumah Pompa

Pemkot Gelontorkan Rp20 M Tangani Banjir Surabaya, Bangun Rumah Pompa
Banjir merendam kawasan Bale Hinggil di Jl. Medokan Semampir Indah Kec. Sukolilo, Surabaya., Selasa (23/6/2026). (IDN Times/Khusnul Hasana).
Intinya Sih
  • Pemkot Surabaya mengalokasikan lebih dari Rp20 miliar untuk percepatan penanganan banjir melalui pembangunan saluran drainase baru dan empat rumah pompa yang ditargetkan beroperasi Oktober 2026.
  • Setiap rumah pompa dilengkapi dua sludge pump berkapasitas 0,5 meter kubik per detik yang didatangkan dari luar negeri agar mampu menangani sedimentasi dan mempercepat aliran air saat hujan deras.
  • Selain membangun rumah pompa, Pemkot juga menormalisasi saluran di kawasan Pasar Asem dengan metode manual dan alat berat agar seluruh proyek pengendalian banjir selesai tahun ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelontorkan anggaran lebih dari Rp20 miliar untuk mempercepat penanganan banjir di sejumlah kawasan rawan. Dana tersebut digunakan membangun saluran drainase baru serta empat rumah pompa yang ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026.

Kepala Bidang (Kabid) Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Adi Gunita mengatakan, proyek itu difokuskan pada pembangunan infrastruktur pengendali banjir, termasuk Rumah Pompa Bosem, Rumah Pompa Tanjungsari, dan rumah pompa di kawasan Margomulyo.

"Konstruksi fisiknya diperkirakan berlangsung sekitar dua hingga dua setengah bulan. Target kami seluruhnya bisa beroperasi pada Oktober," ujarnya dikonfirmasi, Kamis (9/7/2026).

Adi menerangkan, setiap rumah pompa akan dilengkapi dua unit sludge pump atau pompa lumpur berkapasitas 0,5 meter kubik per detik. Pompa tersebut didatangkan dari luar negeri agar mampu menangani sedimentasi yang selama ini menjadi salah satu penyebab lambatnya aliran air saat hujan deras.

"Pompa ini memang dirancang khusus untuk mengalirkan air yang bercampur lumpur sehingga kinerjanya lebih optimal dibanding pompa biasa," katanya.

Saat ini, proses pengadaan pompa masih berlangsung. Setelah seluruh unit tiba pada triwulan berikutnya, pemasangan akan dilakukan segera setelah pembangunan bangunan rumah pompa selesai.

Adi menjelaskan, sistem pengendalian banjir di kawasan Tanjungsari nantinya akan dimulai dengan menampung limpasan air hujan ke dalam bosem. Setelah debit air di saluran pembuangan utama menurun, air dari bosem dipompa menuju saluran baru yang sedang dibangun, kemudian dialirkan ke Rumah Pompa Tanjungsari sebelum dibuang ke saluran akhir atau diversi. "Skema ini diharapkan mampu mempercepat surutnya genangan yang selama ini sering terjadi di kawasan Tanjungsari," jelasnya.

Selain membangun rumah pompa baru, Pemkot Surabaya juga melakukan normalisasi saluran di kawasan diversi sebagai bagian dari program rutin pengendalian banjir. Tahun ini pengerjaan difokuskan di dua titik kawasan Pasar Asem.

Normalisasi di sisi timur Pasar Asem dilakukan secara manual, sedangkan sisi barat dikerjakan menggunakan alat berat untuk mempercepat pengangkatan sedimentasi. "Seluruh rangkaian pekerjaan, baik pembangunan rumah pompa, saluran baru maupun normalisasi saluran, kami targetkan selesai tahun ini agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat," pungkas Adi.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah

Latest News Jawa Timur

See More