Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pelunasan Haji Jatim Baru 75 Persen, Kemenhaj Target Tuntas 9 Januari

-
ilustrasi haji (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya sih...
  • Pelunasan haji di Jawa Timur baru mencapai 75 persen pada tahap kedua, dengan target penyelesaian paling lambat 9 Januari 2026.
  • Proses verifikasi kesehatan menjadi faktor utama keterlambatan pelunasan, sementara jemaah pendamping dan lansia juga diakomodasi pada tahap kedua.
  • Kemenhaj Jatim menyiapkan skema cadangan sebanyak 40 persen dari total kuota haji untuk mengantisipasi kekurangan kuota.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times – Proses pelunasan biaya haji di Jawa Timur masih belum sepenuhnya rampung. Hingga memasuki pelunasan tahap kedua, realisasi pembayaran Calon Jemaah Haji (CJH) baru mencapai sekitar 75 persen, sementara sisanya masih dikebut oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Timur.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenhaj Jatim, Asadul Anam, mengatakan pelunasan tahap kedua resmi dibuka pada Jumat (2/1/2026). Pada hari pertama, tercatat sekitar 3.000 jemaah telah melakukan pelunasan.

“Sejak dibuka pelunasan tahap kedua kemarin, sudah ada sekitar 3.000-an jemaah yang melunasi,” ujar Anam, Minggu (4/1/2026).

Dengan ritme pelunasan yang relatif stabil, Kemenhaj Jatim optimistis seluruh proses pembayaran bisa diselesaikan dalam waktu dekat. Bahkan, jika tren harian tetap tinggi, pelunasan tahap kedua diperkirakan tuntas dalam hitungan hari.

“Kalau sehari bisa 3.000 pelunasan, bukan tidak mungkin dalam tiga hari sudah selesai. Target kami maksimal 9 Januari 2026 pelunasan tuntas,” ungkapnya.

Anam menjelaskan, pada pelunasan tahap pertama sebelumnya, baru sekitar 75 persen CJH yang menyelesaikan kewajibannya. Artinya, masih ada sekitar 25 persen atau 10.025 jemaah yang belum melunasi dan kini masuk dalam tahap kedua.

Keterlambatan pelunasan tersebut, menurut Anam, bukan tanpa sebab. Salah satu faktor utama adalah proses verifikasi kesehatan atau istitoah yang belum sepenuhnya rampung.

“Ada jemaah yang sudah istitoah, tapi masih ada kendala lain. Ada juga yang status istitoah-nya belum keluar karena masih dalam proses pengobatan,” jelasnya.

Selain itu, pelunasan tahap kedua juga mengakomodasi jemaah pendamping dan jamaah lansia yang sebelumnya belum terakomodasi pada tahap pertama.

Untuk mengantisipasi kemungkinan kekurangan kuota, Kemenhaj Jatim juga menyiapkan skema cadangan. Dari total kuota haji Jatim, sebanyak 40 persen telah dialokasikan sebagai jemaah cadangan.

“Kalau masih ada kekurangan, akan kami ambilkan dari jamaah cadangan. Dengan cadangan yang cukup besar, sangat memungkinkan sisa 25 persen ini bisa terpenuhi seluruhnya di tahap kedua,” pungkas Anam.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Pemkot Surabaya Buka 1.412 Kuota Beasiswa untuk Penghafal Kitab Suci

05 Jan 2026, 10:28 WIBNews