Banjir Terjadi di Sejumlah Daerah, BPBD Jatim Sebut Situasi Kondusif

- BPBD Jatim memastikan kondisi kebencanaan di Jawa Timur hingga awal Januari 2026 masih terpantau kondusif, meski sejumlah daerah mengalami banjir dan genangan.
- Genangan banjir terjadi di beberapa kabupaten/kota mayoritas dipicu oleh faktor geografis dan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, namun tidak menimbulkan korban jiwa maupun pengungsian.
- Wilayah dengan dampak genangan terluas saat ini berada di Kabupaten Lamongan akibat luapan Sungai Bengawan Jero, Pemkab Lamongan telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi selama 14 hari.
Surabaya, IDN Times – BPBD Jawa Timur (Jatim) memastikan kondisi kebencanaan di wilayah Jawa Timur hingga awal Januari 2026 masih terpantau kondusif. Meski sejumlah daerah mengalami banjir dan genangan, situasi secara umum dinilai terkendali dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun pengungsian.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, mengatakan genangan banjir yang terjadi di beberapa kabupaten/kota mayoritas dipicu oleh faktor geografis dan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Menurutnya, kondisi tersebut tidak mengarah pada situasi darurat berskala besar.
“Secara umum kondisi kebencanaan di Jawa Timur masih kondusif. Beberapa genangan terjadi karena kondisi geografis dan luapan sungai, namun saat ini masih dapat dikendalikan,” ujar Gatot dikonfirmasi, Senin (5/1/2026).
Wilayah dengan dampak genangan terluas saat ini berada di Kabupaten Lamongan akibat luapan Sungai Bengawan Jero. Hujan lebat yang terjadi sejak pertengahan Desember 2025, ditambah kiriman air dari Waduk Gondang, menyebabkan air sempat menggenangi jalan poros desa dan permukiman warga.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi selama 14 hari, terhitung mulai 30 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026.
Berdasarkan pemantauan terkini, kondisi genangan di Lamongan terpantau stabil dengan Tinggi Muka Air Sungai Bengawan Jero berada pada level normal. Sebanyak 1.629 rumah di lima kecamatan terdampak genangan dengan ketinggian rata-rata 5–10 sentimeter.
Meski demikian, aktivitas warga masih berjalan normal dan tidak terdapat laporan pengungsi maupun korban jiwa. BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten Lamongan terus melakukan pemantauan lapangan serta mengoperasikan pompa air untuk mengurangi debit genangan.
Di Kabupaten Sidoarjo, banjir genangan yang terjadi akibat hujan lebat pada akhir Desember 2025 dilaporkan mulai surut di sejumlah wilayah. Kecamatan Tanggulangin dan Candi telah dinyatakan surut, sementara genangan di Kecamatan Waru menunjukkan tren penurunan. Rumah pompa masih dioperasikan untuk mempercepat surutnya air di kawasan permukiman.
Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Pasuruan. Luapan DAS Rejoso yang sempat menggenangi permukiman warga kini berangsur menurun. Sejumlah desa di Kecamatan Gondangwetan dan Winongan telah surut, sementara genangan di Kecamatan Rejoso dan Grati sebagian masih bertahan namun cenderung stabil hingga menurun. BPBD setempat masih melakukan pemantauan serta penyaluran bantuan logistik ke desa terdampak.
Sementara itu, di Kabupaten Sampang, banjir akibat luapan Sungai Kamuning menyebabkan genangan di permukiman dan sejumlah ruas jalan utama. Sebagian wilayah telah surut total, namun di beberapa titik genangan kembali meningkat akibat pergeseran debit air dari wilayah hulu serta kondisi air laut yang sedang pasang. Ratusan kepala keluarga sempat terdampak, namun tidak ada laporan pengungsian maupun korban jiwa.
BPBD Jatim memastikan seluruh unsur kebencanaan di daerah terus siaga dan melakukan pemantauan intensif, terutama di wilayah rawan banjir. Gatot mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lebat dan luapan sungai, serta segera melapor kepada petugas jika terjadi peningkatan debit air di lingkungan masing-masing.


















