Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Viral Penjaga Kursi Pijat Stasiun Gubeng Menangis Dituduh Curi Gelang

Viral Penjaga Kursi Pijat Stasiun Gubeng Menangis Dituduh Curi Gelang
Petugas penjaga kursi pijat di Stasiun Surabaya Gubeng. (Dok. Istimewa)
Intinya Sih
  • Seorang penjaga kursi pijat di Stasiun Surabaya Gubeng viral setelah menangis karena dituduh mencuri gelang pelanggan perempuan pada Senin, 2 Maret 2025.
  • Rekaman CCTV menunjukkan pelanggan sejak awal hanya mengenakan satu gelang, bukan dua seperti yang diklaim, sehingga tuduhan terhadap penjaga berusia 17 tahun itu diragukan.
  • Setelah diperiksa dan tidak ditemukan bukti pencurian, penjaga tersebut mengalami syok dan izin tidak masuk kerja selama dua hari untuk menenangkan diri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Viral di media sosial seorang pekerja penjaga kursi pijat di Stasiun Surabaya Gubeng menangis usai dituduh mencuri gelang pelanggan perempuan. Dalam video yang beredar, petugas tersebut terlihat menunduk di balik kursi pijat. Pria itu nampak mengelap bagian matanya.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (2/3/2025) lalu. Pemilik akun menarasikan bahwa petugas tersebut mendapat tekanan setelah pelanggan melaporkan gelangnya hilang usai pijat di kursi. Di sisi lain, pria itu baru pertama kali bekerja.

IDN Times pun mendatangi kursi pijat yang berada di Stasiun Surabaya Gubeng ini. Pria itu tak terlihat berada di lokasi, yang ada justru penjaga lainnya bernama Echa.

Echa mengatakan, penjaga tersebut bernama A (17). Kejadian itu terjadi saat A sedang shift pagi sekitar pukul 13.00 WIB . Saat itu, Echa baru datang, ia mendapati pelanggan tersebut menanyakan gelangnya. "Ibu itu (pelanggan) bilang kalau gelangnya hilang setalah duduk di kursi ini, dia pijat selama 15 menit," ujar Echa, Rabu (4/3/2026).

Perempuan itu mengaku gelangnya hilang usai diminta meletakkan tangan pada alat pijat bagian tangan. Perempuan tersebut mengaku memakai dua gelang di tangannya, yakni yang berbentuk rantai dan bangle. Gelang yang dirasa hilang adalah gelang rantai. "Ibu itu bilang katanya gak mau memaskukkan tangannya ke mesin pijat, tapi dipaksa," kata Echa.

Echa kemudian mencari gelang yang dimaksud hingga ke sela-sela kursi, tetapi tidak ada. Ia lantas mengecek rekam CCTV untuk membuktikan apakah benar perempuan tersebut datang dengan gelang yang dimaksud. Tetapi, setelah dicek, sejak awal datang hanya mengenakan gelang bangle saja. "Itu aku cek enggak ada sampai aku lihat di dalam mesin pun juga aku bongkar itu juga enggak ada. Terus akhirnya sampai aku akhirnya aku buka CCTV nih. CCTV memang dari awal dari awal tidak ada gelang dua, tapi gelangnya hanya satu," tutur dia.

Perempuan tersebut terus berkukuh bahwa sejak datang telah mengenakan dua gelang. Tetapi, keluarganya justru menyebut hanya mengenakan satu gelang. " Terus keluarga dari ibu tadi bilang kalau gelangnya satu. Nah, gelangnya satu. Semuanya bilang satu tapi ibu itu tetap kekej. Aku gelangku dua. Soalnya kalau dua itu nempel jadi satu," jelas Echa.

Echa lantas meminta perempuan itu untuk mengecek lagi namun hasilnya nihil. Perempuan itu kemudian pergi. Malam hari ia kembali lagi dan bilang pada Echa untuk mengecek seluruh pakaian yang dikenakan A. "Malamnya ibunya balik lagi terus bilang, mbak, coba dibilang sama masnya siapa tahu di kantongnya. Soalnya tadi aku lihat masnya itu grogi, masnya itu gugup, terus jongkok ke bawah," sebut dia.

Untuk memastikan A tidak mencuri gelang, ia lantas memeriksa seluruh pakaian A. Hasilnya, tak ditemukan gelang yang dimaksud. Usai peristiwa itu, A menangis dan tubuhnya gemetar. Sebab ini merupakan pengalaman kerja pertama A. "Dia nangis gemetaran karena first time. Dia baru pertama kali kerja di seperti itu. Dia udah hampir 3-4 bulanan kan dia kerja kayak gitu kan.Dia training 3 bulan kalau sampai sekarang itu udah hampir 6-7 bulanan dia kerja di sini. Dari awal sama saya juga," terangnya.

Tak berhenti di situ, perempuan tersebut terus mendesak A agar mau mengaku. Lagi-lagi, A tak mengaku sebab merasa tak melakukan itu. "Udah, Mas A, bilang aja kalau ngambil. Aku gak bakalan lapor nanti tak kasih imbalan," kata Echa menirukan perempuan tersebut.

Untuk kesekian kalinya, perempuan tersebut tak percaya. Echa bilang, rekaman CCTV akan dibawa ke ahlinya untuk membuktikan gelangnya memang hilang di kursi pijat. "(Pelanggan lapor polisi), masih belum sih, cuma cuma lisan aja. Cuma lisan aja untuk laporan ke hukumnya kita masih nungguin. Kalau memang ada laporan ya kita lapor kita balik. tnggal lihat aja hasil CCTV-nya kayak gimana," pungkas dia.

Usai peristiwa ini, kini A masih syok. Bahkan dia izin tidak masuk kerja selama dua hari untuk memenangkan diri.

Share
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More