Kota Batu Padat Wisatawan Saat Nataru, Tapi Hotel-hotel Sepi

- Tingkat okupansi hotel di Kota Batu kurang dari 60 persen saat malam tahun baru 2026, turun dari ekspektasi sebelumnya.
- Turunnya tingkat okupansi disebabkan oleh menurunnya daya beli masyarakat, persaingan dengan wilayah lain, dan perubahan perilaku wisatawan.
- Pendapatan hotel-hotel di Kota Batu turun sekitar 30 persen tahun ini, memicu peringatan untuk mengubah perilaku wisatawan agar mau menginap di Kota Batu.
Batu, IDN Times - Kota Batu dipadati oleh wisatawan saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), terbukti dari kemacetan di berbagai titik yang jadi jalur wisata. Meskipun demikian, pengusaha hotel tidak mendapatkan dampak signifikan karena ringkas okupansi hotel justru turun dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi membenarkan jika tingkat okupansi hotel saat malam tahun baru todak sesuai ekspektasi. Menurutnya, tingkat okupansi hotel di Kota Batu kurang dari 60 persen saat malam tahun baru 2026.
"Padahal sebelumnya diperkirakan (tingkat okupansi) sampai 90 persen. Tapi ternyata cukup rendah hanya 48-50 persen, bisa 60 persen saja jarang," terangnya pada Sabtu (3/1/2026).
Ia mengungkapkan jika tingkat okupansi hotel pada malam tahun baru 2026 memang merupakan yang paling rendah. Pasalnya pada tahun-tahun sebelumnya bisa menembus 90 persen.

Sujud menyampaikan jika ada beberapa penyebab kenapa tingkat okupansi hotel di Kota Batu mengalami penurunan cukup signifikan. Menurutnya yang pertama adalah karena menurunnya daya beli masyarakat, sehingga wisatawan berpikir dua kali untuk menyewa hotel saat berwisata. "Selain itu, wilayah-wilayah lain mulai melakukan pembangunan untuk menarik wisatawan menyebabkan persaingan semakin meningkat. Kemarin di Yogyakarta banyak sekali wisatawan, jadi itu pengaruh juga," bebernya.
Ada juga perubahan perilaku wisatawan karena membaiknya infrastruktur jalan di Kota Batu. Wisatawan kini memilih untuk datang pagi dan pulang pada sore hari ketimbang menginap di hotel-hotel Kota Batu.

Sujud menyampaikan jika tidak hanya saat libur Nataru saja yang mengalami penurunan tingkat okupansi hotel, secara keseluruhan di tahun 2025 ini juga terjadi penurunan tingkat okupansi. Menurutnya, Kota Batu hanya ramai saat pagi hingga siang hari tapi sepi saat malam hari, sehingga wisatawan enggan menginap di Kota Batu.
"Jika dibandingkan dalam year on year, pendapatan hotel-hotel di Kota Batu turun mencapai 30 persen dibandingkan tahun lalu. Ini jadi peringatan untuk Kota Batu untuk mengubah perilaku wisatawan agar mau menginap di Kota Batu," pungkasnya.



















