Pemkab Sidoarjo Buka Suara soal Bukber Glamor Tema Bollywood

- Acara buka bersama Pemkab Sidoarjo bertema Bollywood menuai sorotan publik karena dianggap glamor, namun Sekda Fenny Apridawati menegaskan kegiatan itu merupakan undangan dari pengelola Graha Unesa.
- Fenny memastikan acara tersebut tidak menggunakan dana APBD dan dihadiri sekitar 49 ASN yang juga memanfaatkan momen itu untuk rapat koordinasi penanganan infrastruktur daerah.
- Video kemewahan acara dibuat oleh pihak restoran untuk promosi, bukan oleh Pemkab; Fenny memahami kritik masyarakat dan berjanji tak akan mengadakan kegiatan serupa lagi.
Sidoarjo, IDN Times - Kegiatan buka bersama (bukber) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bertema Bollywood menjadi sorotan publik. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati akhirnya buka suara.
Fenny menjelaskan, kegiatan bukber itu digelar pada 6 Maret 2026 di Graha Universitas Negeri Surabaya. Acara tersebut merupakan undangan dari pengelola yang saat itu tengah melakukan soft launching restoran Mahabarata Palace yang berada di Graha Unesa.
"Pengelola Graha Unesa itu sahabat saya. Biasanya Graha Unesa digunakan untuk pernikahan atau konser. Sekarang konsepnya diubah menjadi restoran Mahabarata,” ujarnya kepada IDN Times, Jumat (13/3/2026).
Dalam undangan tersebut, pihak pengelola meminta para tamu mengenakan pakaian sesuai dengan tema restoran yang bernuansa Bollywood. Sebagai pihak yang diundang, Pemkab Sidoarjo mengikuti ketentuan tersebut.
"Di undangan tertulis karena dekorasinya ala India, Mahabarata, dan Chinese, kami diminta mengenakan pakaian sesuai tema. Di lokasi juga disediakan persewaan kostum,” jelasnya.
Meski acara tersebut terlihat mewah, Fenny memastikan bahwa kegiatan itu tidak menggunakan anggaran pemerintah. Ia menegaskan tidak ada dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dipakai.
"Tidak sama sekali menggunakan APBD, kami hanya diundang,” tegasnya.
Fenny juga menyebut, momentum bukber tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk menggelar rapat koordinasi membahas penanganan infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo. Dalam kegiatan itu, sekitar 49 Aparatur Sipil Negara (ASN) turut hadir.
“Yang diundang bukan hanya kami, tetapi juga dari lembaga lain,” katanya.
Ia memastikan tidak ada niat dari Pemkab Sidoarjo untuk bermewah-mewah. Video kemewahan acara yang beredar di media sosial, menurutnya, bukan dibuat oleh pihak pemerintah, melainkan oleh pengelola restoran sebagai bagian dari promosi.
“Video itu bukan dibuat oleh kami, tetapi oleh pihak sana untuk iklan atau promosi restoran,” tutur Fenny.
Terkait sentimen negatif dari masyarakat, Fenny mengaku memahami kekecewaan publik. Ia menyadari kondisi infrastruktur di Sidoarjo saat ini masih menjadi perhatian masyarakat.
“Karena kondisi di Sidoarjo seperti itu, kami maklum. Yang penting kami bekerja maksimal dan profesional. Kalau dinilai jelek, saya pasrah sama Allah,” ujarnya.
Fenny pun berjanji ke depan Pemkab Sidoarjo tidak akan lagi menggelar kegiatan serupa, terutama yang berpotensi menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat.

















