Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Warga Malang Dilarang Gelar Takbir Keliling

Warga Malang Dilarang Gelar Takbir Keliling
Ilustrasi takbir keliling. (IDN Times/Mohamad Ulil Albab)
Intinya Sih
  • Kapolres Malang melarang warga menggelar takbir keliling dan menyalakan petasan, imbauan dilakukan agar masyarakat merayakan malam takbiran secara statis di masjid atau musala.
  • Sebanyak 225 personel gabungan dari Polres, TNI, Satpol PP, dan Dishub disiapkan untuk menjaga keamanan malam takbiran serta mengatur arus mudik Lebaran di Kabupaten Malang.
  • Simpang 4 Karanglo ditetapkan sebagai pusat pengendalian lalu lintas dengan pembangunan Pos Terpadu, didukung beberapa pos tambahan di jalur strategis untuk antisipasi kepadatan wisatawan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Malang, IDN Times - Idul Fitri 1447 Hijriah tinggal sepekan lagi. Ini adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam di Indonesia tak terkecuali di Kabupaten Malang. Meskipun demikian, masyarakat diimbau untuk tidak merayakan hari kemenangan ini secara berlebihan.

1. Warga Kabupaten Malang dilarang merayakan malam takbiran dengan konvoi dan menyalakan petasani

20260312_133929.jpg
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi menegaskan jika masyarakat Kabupaten Malang diimbau untuk tidak merayakan malam takbiran dengan menyalakan petasan. Selain itu ia juga melarang masyarakat melaksanakan takbir keliling.

"Kita sudah berkoordinasi dengan Pak Bupati agar mengimbaui masyarakat agar tidak melakukan takbir keliling. Jadi silahkan melaksanakan takbir secara statis, mungkin di musola atau masjid tanpa perlu berkeliling. Ini untuk menghindari kepadatan lalu lintas dan masalah lainnya," terangnya pada Jumat (13/3/2026).

2. Polisi menyiapkan 225 personil untuk mengamankan malam takbiran dan arus mudik

Kondisi kepadatan kendaraan di simlang 4 Karanglo. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Kondisi kepadatan kendaraan di simlang 4 Karanglo. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Selain itu, Taat mengungkapkan pihaknya akan menyiapkan 225 personil gabungan untuk mengamankan malam takbiran dan arus mudik selama libur lebaran. Personil gabungan ini terdiri dari anggota Polres Malang, TNI, Satpol PP, sampai Dishub Kabupaten Malang.

"Total yang tersebar nanti 225 dari berbagai instansi, tapi pelaksanaannya kita kerahkan seluruh personil baik di tingkat Polres maupun Polsek. Kemudian kita akan bangun 1 Pos Terpadu, 1 Pos Pelayanan, dan 5 Pos Pengamanan," ujarnya.

3. Simpang 4 Karanglo akan jadi pusat strategi penanganan lalu lintas di Kabupaten Malang

Kondisi kemacetan di exit tol Karanglo. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Kondisi kemacetan di exit tol Karanglo. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Taat mengungkapkan jika pihaknya akan membangun Pos Terpadu di Simpang 4 Karanglo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Pos Terpadu ini akan menjadi sentra pengendali ketika terjadi potensi kepadatan lalu lintas di Kota Batu dan Kota Malang. Ini dikarenakan Simpang 4 Karanglo diperkirakan akan jadi titik sentra wisatawan yang akan masuk ke Kota Malang atau Kota Batu.

"Misalnya lalu lintas menuju Kota Batu sudah sangat padat maka akan kita tutup, kemudian dialihkan menggunakan exit tol lainnya. Jadi di Karanglo ini akan jadi salah satu titik krusial," jelasnya.

Pos kedua akan dibangun di Jalibar (Jalur Lintas Barat) yang ada di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang dan Pos Ketiga ada di Desa Kromengan, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Kedua pos ini dibangun karena keduanya adalah jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Malang dengan Kabupaten Blitar dan Kabupaten Tulungagung.

Lalu juga akan dibangun Pos Keempat di Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Pos ini dibangun untuk mengantisipasi kepadatan di Bululawang dan sekitarnya.

"Kemudian di JLS Jalur Lintas Selatan) untuk mengantisipasi arus lalu lintas wisatawan di Pantai Selatan. Selanjutnya di Gubukklakah (Desa Gubukklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang) untuk mengantisipasi wisatawan yang menuju arah Bromo. Terakhir di Karangploso untuk mengantisipasi kepadatan ke arah Kota Batu. Satu lagi terakhir ada pos mobile," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More