Polda Jatim Dirikan 238 Pos untuk Pengamanan Mudik Lebaran

- Polda Jawa Timur mendirikan 238 pos pengamanan Mudik Lebaran 2026, terdiri dari 172 Pospam, 45 Posyan, dan 21 Pos Terpadu di titik strategis seluruh wilayah.
- Pospam difokuskan pada area rawan gangguan keamanan dan kemacetan, sedangkan Posyan berada di lokasi mobilitas tinggi seperti wisata, terminal, bandara, dan rest area.
- Operasi Ketupat 2026 digelar bersamaan dengan Idulfitri dan Nyepi, dengan Polri bersinergi lintas sektor untuk memastikan keamanan serta pelayanan humanis bagi masyarakat.
Surabaya, IDN Times - Polda Jawa Timur mendirikan 238 pos untuk pengamanan Mudik Lebaran 2026. 238 pos PAM itu terdiri dari 172 Pos Pengamanan (Pospam), 45 Pos Pelayanan (Posyan), dan 21 Pos Terpadu yang tersebar di sejumlah titik strategis di seluruh wilayah Jawa Timur.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, Pos Pengamanan (Pospam) didirikan di lokasi yang memiliki potensi kerawanan gangguan keamanan. Selain itu, pos tersebut juga berfungsinya untuk memantau kepadatan lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Sementara Pos Pelayanan (Posyan) didirikan di lokasi dengan mobilitas masyarakat tinggi seperti area wisata, pelabuhan, terminal, bandara, rest area, dan pusat keramaian lainnya.
“Bersinergi dengan lintas sektor, petugas akan memberikan berbagai layanan kepada masyarakat, mulai dari pelayanan kepolisian hingga layanan kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Abast, Sabtu (14/3/2026).
Sedangkan Pos Terpadu didirikan di pusat kota atau titik keramaian yang dinilai strategis untuk memudahkan koordinasi dan pengendalian personel selama pelaksanaan operasi. Keberadaan Pospam, Posyan, dan Pos Terpadu tersebut bertujuan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama periode mudik dan balik Lebaran.
Abast juga menyampaikan bahwa Operasi Ketupat 2026 merupakan agenda nasional yang harus dipastikan berjalan aman. Terlebih, Hari Raya tahun ini juga bebarengan dengan Hari Raya Nyepi.
“Tahun ini terdapat beberapa momentum keagamaan yang berlangsung bersamaan, yaitu bulan Ramadan, perayaan Idulfitri, serta Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka bagi umat Hindu,” jelas Kombes Abast.
“Oleh karena itu Polri bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan yang humanis serta penegakan hukum yang berkeadilan,” tambahnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan pos-pos pengamanan dan pelayanan yang telah disediakan. Masyarakat yang membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik, bisa datang ke pos terdekat.
“Jika masyarakat mengetahui atau mengalami tindak kejahatan maupun membutuhkan bantuan kepolisian, silakan segera menghubungi call center Polri 110 yang dapat diakses secara gratis. Petugas kami siap menindaklanjuti laporan masyarakat,” pungkasnya.

















