Viral! Korban Kecelakaan di Jalur Tembus Sarangan Kehilangan Karburator

- Motor ditinggal sebentar, karburator justru raib
- Warganet geram, empati dipertanyakan
- Jalur tembus Sarangan, rawan kecelakaan dan kejahatan
Magetan, IDN Times – Musibah berlapis dialami seorang pengendara motor di jalur tembus Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Usai mengalami kecelakaan tunggal, korban justru harus menelan pil pahit lain: karburator motornya diduga dicuri saat kendaraan masih tergeletak di lokasi kejadian.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu (4/1/2026) dan viral di media sosial TikTok setelah diunggah pemiliknya di akun @ardhk_. Dalam unggahan tersebut, korban diketahui bernama Rico, warga Karanganyar, Jawa Tengah.
1. Motor ditinggal sebentar, karburator justru raib

Berdasarkan keterangan dalam unggahan, Rico sempat meninggalkan motornya untuk mencari sinyal demi menghubungi rekannya agar meminta bantuan. Namun saat kembali, salah satu komponen vital motor, yakni karburator, dilaporkan telah hilang.
Unggahan tersebut disertai narasi bernada sindiran menggunakan bahasa Jawa, yang mencerminkan kekecewaan sekaligus keprihatinan korban.
“Gawe seng rumongso jupuk karbuku, mugo lancar terus rejekine sampean,” tulis pemilik akun dalam video. Kalimat tersebut menyiratkan rasa pasrah, namun juga menjadi tamparan moral bagi pelaku.
2. Warganet geram, empati dipertanyakan

Video ini sontak menuai reaksi keras dari warganet. Ratusan komentar membanjiri unggahan tersebut, mayoritas mengecam aksi pencurian yang dinilai tidak berperikemanusiaan.
“Kok nemen e, ono wong kesusahan kok malah dijupuk kesempatan (Keterlaluan, orang kena musibah malah dicuri kesempatan),” tulis salah satu pengguna TikTok.
Tak sedikit pula yang berharap pelaku tergerak hatinya untuk mengembalikan karburator tersebut, mengingat korban sudah lebih dulu mengalami kecelakaan dan trauma.
3. Jalur tembus Sarangan, rawan kecelakaan dan kejahatan

Jalur tembus Sarangan memang dikenal memiliki tikungan tajam, turunan curam, serta lalu lintas yang relatif sepi, terutama pada jam-jam tertentu. Kondisi ini membuat kawasan tersebut rawan kecelakaan, sekaligus berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan oportunis.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian dan pengawasan bersama terhadap korban kecelakaan di jalan raya. Alih-alih mendapatkan pertolongan dan rasa aman, korban justru harus menanggung kerugian tambahan sebuah ironi yang memantik keprihatinan publik.



















