Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Usai Nataru, Harga Sayuran di Pasar Besar Ngawi Kompak Turun

Riyanto
Suasan jual beli di Pasar Besar Ngawi usai Nataru. IDN Times/Riyanto.
Intinya sih...
  • Harga sayuran turun setelah Nataru
  • Cabai dan protein hewani juga mengalami penurunan harga
  • Warga merasa lega, namun beras dan minyak goreng masih mahal
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ngawi, IDN Times — Harga kebutuhan bahan pokok di pasar tradisional Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mulai menunjukkan tren penurunan usai libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Penurunan paling terasa terjadi pada komoditas sayuran yang dalam dua hari terakhir turun serentak.

Pantauan IDN Times di Pasar Besar Ngawi, Sabtu (3/1/2026) pagi, hampir seluruh jenis sayuran mengalami koreksi harga. Kondisi ini membuat aktivitas belanja masyarakat kembali bergairah setelah sempat tertekan akibat lonjakan harga jelang akhir tahun.

1. Harga aneka sayuran kompak turun

Riyanto.
Suasan jual beli di Pasar Besar Ngawi usai Nataru. IDN Times/Riyanto.

Sejumlah sayuran mengalami penurunan cukup signifikan. Sawi putih yang sebelumnya dijual Rp10 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp6 ribu. Sawi hijau juga ikut melandai dari Rp8 ribu menjadi Rp5 ribu per kilogram.

Tak hanya itu, harga selada anjlok dari Rp50 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram. Kubis turun dari Rp8 ribu menjadi Rp6 ribu per kilogram, sementara wortel yang sempat menyentuh Rp18 ribu kini dijual Rp15 ribu per kilogram.

2. Cabai dan protein hewani ikut melandai

Riyanto.
Suasan jual beli di Pasar Besar Ngawi usai Nataru. IDN Times/Riyanto.

Komoditas cabai yang sempat melonjak saat Nataru kini mulai turun tajam. Cabai rawit merosot dari Rp80 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram. Cabai merah keriting bahkan turun hampir separuh, dari Rp70 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram.

Penurunan juga terjadi pada protein hewani. Harga telur ayam kini berada di angka Rp28 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp30 ribu. Sementara daging ayam turun signifikan dari Rp40 ribu menjadi Rp28 ribu per kilogram.

3. Warga lega, pedagang sebut penurunan merata

Riyanto
Suasan jual beli di Pasar Besar Ngawi usai Nataru. IDN Times/Riyanto.

Turunnya harga disambut gembira oleh pembeli. Linda, salah satu warga yang berbelanja di Pasar Besar Ngawi, mengaku merasa lega karena pengeluaran dapur mulai berkurang. “Harga sayuran sudah mulai turun semua, tinggal beras, gula, dan minyak goreng yang masih stabil mahal,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Bagus Widiantoro, pedagang sayur di pasar tersebut. Ia menyebut penurunan terjadi hampir di seluruh komoditas. “Semua harga sayuran turun, cabai rawit dan keriting juga turun. Hampir semua ikut turun,” katanya.

Meski demikian, sejumlah kebutuhan pokok strategis masih bertahan di harga tinggi. Beras medium saat ini dijual sekitar Rp14 ribu per kilogram, sedangkan beras premium mencapai Rp15 ribu per kilogram. Minyak goreng juga masih stabil mahal di kisaran Rp18 ribu per kilogram.

Masyarakat berharap tren penurunan harga sayuran ini dapat diikuti oleh komoditas lainnya. Dengan begitu, daya beli warga pasca-Nataru bisa kembali pulih dan beban pengeluaran rumah tangga menjadi lebih ringan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Patung Macan Putih di Kediri yang Viral Ditawar Orang Ratusan Juta

04 Jan 2026, 16:25 WIBNews