Mahasiswa Asal Jember dan Malang Dievakuasi dari Iran

- Dua mahasiswa asal Jember dan Malang berhasil dievakuasi dari Iran ke Indonesia akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
- Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi Kementerian Luar Negeri atas proses evakuasi bertahap yang memastikan keselamatan warga negara Indonesia.
- Setibanya di Tanah Air, Pemprov Jatim memfasilitasi kepulangan kedua mahasiswa ke daerah asal melalui Badan Penghubung Daerah Provinsi Jawa Timur.
Surabaya, IDN Times - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa memastikan dua mahasiswa asal Jatim yang menempuh pendidikan di Iran telah berhasil dipulangkan ke Indonesia dengan selamat. Kedua mahasiswa tersebut tiba di Tanah Air setelah proses evakuasi yang dilakukan pemerintah Indonesia menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Dua mahasiswa tersebut berasal dari Jember dan Malang yang sedang menempuh studi di Universitas Qom dan Universitas Shiraz. “Alhamdulillah kami menerima kunjungan dua mahasiswa dari Jember dan Malang yang studi di Iran dan hari ini baru tiba di Indonesia,” ujar Khofifah, Minggu (15/3/2026).
Menurutnya, pemulangan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah Indonesia untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia di Iran di tengah meningkatnya konflik bersenjata di kawasan tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri yang telah memfasilitasi proses evakuasi secara bertahap.
“Terima kasih kepada Kemenlu yang sudah berhasil melakukan proses evakuasi warga Indonesia di Iran secara bertahap di tengah meningkatnya ketegangan dan konflik di kawasan Timur Tengah,” katanya.
Setelah tiba di Indonesia, Pemprov Jatim akan membantu proses kepulangan kedua mahasiswa tersebut ke daerah asal masing-masing melalui fasilitasi Badan Penghubung Daerah Provinsi Jatim.
“Alhamdulillah kami telah berkoordinasi dengan Badan Penghubung Jawa Timur supaya bisa difasilitasi balik ke rumahnya masing-masing. Ini tahap ketiga dan malam ini akan ada yang datang lagi,” jelas Khofifah.
Salah satu mahasiswa yang dipulangkan, Dian yang merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran asal Malang, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah membantu proses evakuasi hingga kembali ke Indonesia dengan selamat.
Ia menjelaskan perjalanan evakuasi dilakukan secara bertahap melalui beberapa perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri sebelum akhirnya kembali ke Tanah Air. “Mulai dari Kemenlu, KBRI Teheran di Iran, kemudian KBRI Azerbaijan, sempat dijemput Konjen Turki, lalu difasilitasi Kemenlu untuk balik ke Indonesia,” ujarnya.
Mahasiswa lainnya, Muhammad Baghir dari Fakultas Teknik Komputer Universitas Qom, juga mengaku bersyukur bisa kembali ke Indonesia setelah situasi keamanan di Iran meningkat.
“Terima kasih kepada Kemenlu dan Pemprov Jawa Timur yang sudah memfasilitasi kami kembali ke daerah asal masing-masing dengan selamat,” katanya

















