Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pelaku Penusukan Pria di Depan Anak Masih Diburu Polisi
Ilustrasi TKP (IDN Times/Mardya Shakti)

Surabaya, IDN Times- Pelaku penusukan pria di Lebak Timur Surabaya, ES (46) yang dilakukan di depan anak korban pada Rabu (20/12/2023) lalu masih diburu polisi. Pelaku adalah AJ dan AR yang disebut merupakan teman korban. 

Kanit Reskrim Polsek Tambaksari, Iptu Aman Hasta mengatakan, pihaknya telah mengetahui lokasi pelaku. Namun, saat dilakukan penggerebekan korban tidak ada di tempat. 

"Sejak kejadian kemarin kami telah melakukan pengejaran. Sudah diketahui lokasi persembunyiannya dan digrebek, tapi pelaku tidak ditemukan di lokasinya," ujar Aman, Rabu (3/1/2024).  

Aman menyebut, kondisi korban saat ini sudah membaik. Bahkan, sudah kembali ke rumah. "Korban sudah baik, sudah pulang," terang Aman. 

Pihaknya saat ini tengah mencari tahu motif pelalu. Korban, telah mengatakan kepada polisi bahwa pelaku dan korban tidak pernah ada selisi. 

"Pelaku dan korban tidak ada apa-apa. (Motif tiba-tiba membacok) itu yang kita belum tahu, korban ngomong juga tidak pernah ada apa-apa,"  katanya. 

Saat peristiwa penusukan itu, tidak terjadi cekcok. Pelaku langsung masuk ke rumah korban dan  melakukan penusukan. 

"Korban masuk, langsung nusuk langsung lari, cuma motifnya apa kita belum tahu," pungkas dia. 

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pria Surabaya berinisial ES (46) ditusuk pisau tiga kali di depan anaknya yang masih berusia 10 tahun. Kejadian itu terjadi pada Rabu (20/12/2023). 

Seorang saksi, H (35) warga Lebak Timur, Tambaksari Surabaya mengatakan, saat itu dirinya tengah menyapu melihat dua pria mendatangi rumah korban. H mengenal dua orang tersebut, mereka AJ dan AR. 

"Ketika tanya E ada, saya bilang ada, terus pelaku masuk ke rumah ES," ungkapnya. 

Tak lama, H mendengar teriakan anak korban dari dalam rumah. Kemudian pelaku pergi bersama temannya yang menggu di sepeda motor. 

“Saya langsung berusaha mencari pertolongan ke tetangga yang lainya," ujarnya.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD dr. Soetomo, untuk menjalani perawatan. Anak korban pun enggan datang ke rumah karena diduga trauma. 

Editorial Team

Related Article