Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Pelajar SMAN 1 Kampak Trenggalek Protes Pungutan bagi Penerima PIP

Aksi siswa SMAN 1 Kampak Trenggalek. IDN Times/ istimewa
Aksi siswa SMAN 1 Kampak Trenggalek. IDN Times/ istimewa
Intinya sih...
  • Penarikan sumbangan oleh komite sekolah setelah ada persetujuan orang tua siswa
  • Penerima PIP juga disarankan menyumbang usai pencairan dana
  • Wagub Emil atensi kasus ini, tegaskan sekolah harus transparan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Trenggalek, IDN Times - Ratusan siswa SMAN 1 Kampak Kabupaten Trenggalek, menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolah. Mereka menuntut pihak sekolah transparan terkait sejumlah pungutan yang dilakukan oleh Komite Sekolah. Siswa juga meminta penjelasan terkait sumbangan yang diberikan oleh penerima Program Indonesia Pintar (PIP). Setelah mencairkan dana tersebut, penerima dipanggil ke ruang komite sekolah dan diminta membayar sumbangan.

1. Penarikan sumbangan oleh komite sekolah setelah ada persetujuan orang tua siswa

Aksi siswa SMAN 1 Kampak Trenggalek. IDN Times/ istimewa
Aksi siswa SMAN 1 Kampak Trenggalek. IDN Times/ istimewa

Kepala SMAN 1 Kampak, Bahtiar Kholili mengatakan aksi unjuk rasa siswa ini terjadi kemarin. Pihaknya tidak menampik adanya pungutan yang dilakukan oleh komite sekolah. Pungutan tersebut dilakukan setelah mendapat persetujuan orang tua siswa. Terdapat dua jenis pungutan yakni untuk peningkatan mutu pendidikan dan amal jariyah.

“Sumbangan sukarela memang ada, dua jenis. Pertama untuk peningkatan mutu pendidikan, kedua untuk amal jariyah yang diwujudkan dalam pembangunan fisik seperti masjid. Itu hasil rapat pengurus komite dengan orang tua siswa, sifatnya sukarela,” ujarnya, Rabu (27/8/2025).

2. Penerima PIP juga disarankan menyumbang usai pencaira dana

Aksi siswa SMAN 1 Kampak Trenggalek. IDN Times/ istimewa
Aksi siswa SMAN 1 Kampak Trenggalek. IDN Times/ istimewa

Terkait pembayaran sumbangan siswa penerima PIP, Bahtiar menyebut hal itu juga dilakukan oleh komite sekolah. Piahknya membantah adanya praktik penyelewengan. Meski begitu ada kebijakan menitipkan buku tabungan siswa di ruang komite agar tidak hilang. Nantinya siswa penerima PIP mengambil buku tabungan tersebut untuk mencairkan dana. Setelah itu mereka dipanggil pihak sekolah dan disarankan memberi sumbangan.

"Mereka disarankan memberi sumbangan sukarela, jumlahnya pun tidak sama. Jadi bukan kewajiban, tapi sukarela,” tuturnya.

3. Wagub Emil atensi kasus ini, tegaskan sekolah harus transparan

Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak. IDN Times/ istimewa
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak. IDN Times/ istimewa

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat melakukan kunjungan kerja di Trenggalek menerangkan pihaknya memberi atensi atas kejadian tersebut. Emil telah menginventarisasi sejumlah keluhan dari para siswa SMAN 1 Kampak yang kemudian akan ditindaklanjuti dengan rapat terbatas bersama Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Tulungagung dan Trenggalek dan pihak sekolah. Emil juga menegaskan sekolah harus tranparan dalam pengelolaan dan penggunaan dana.

"Pengelolaan dan penggunaannya harus jelas, transparan dan bisa dipertanggungjawabkan di rapat komite sekolah dan tidak boleh ada yang dipaksa, jangan sampai ada yang merasa dikucilkan seandainya tidak ikut berpatisipasi," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us