Ngaku Dapat Bisikan Gaib, Sejumlah Orang Merusak Situs Mejo Miring Blitar

- Perusakan situs Mejo Miring viral di media sosial
- Kepala Desa Siraman mengungkapkan perusakan sudah terjadi beberapa waktu lalu, pemdes melakukan pendekatan kepada pelaku, polisi imbau pelaku mengembalikannya
- Pemdes lakukan pendekatan kepada pelaku, polisi imbau pelaku mengembalikannya
Blitar, IDN Times - Sebuah video aksi pengrusakan situs Mejo Miring di Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar viral di media sosial. Dalam video tersebut terekam sejumlah orang mencongkel batuan kuno di situs tersebut. Mereka memindahkan batuan tersebut ke sebuah lokasi. Aksi ini dilakukan pada siang hari. Situs purbakala ini diketahui merupakan jejak peningalan zaman kerajaan Majapahit. Namun situs yang dikenal sebagai tempat meditasi dan ritual keagamaan kini rusak.
1. Perusakan sudah terjadi beberapa waktu lalu, video baru viral

Kepala Desa Siraman, Budi Arif Rochman, mengatakan kejadian pengambilan bagian situs sebenarnya sudah terjadi beberapa waktu lalu, namun baru kembali ramai setelah video pembongkaran viral di media sosial. Sejumlah batu bantalan dan arca yang menjadi bagian lantai situs dilaporkan hilang. Beberapa arca yang sebelumnya tertanam di sekitar lokasi juga diketahui telah dicabut dari dalam tanah.
"Sebetulnya kejadian ini sudah agak lama. Namun kembali viral di media sosial. Siapa pelakunya kita sudah tahu, dari dinas juga sudah mengetahui,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).
2. Pemdes lakukan pendekatan kepada pelaku

Pemerintah desa telah berupaya melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan tidak menimbulkan kesan pembiaran. Mereka juga telah mendatangi para pelaku dan meminta agar benda-benda yang diambil segera dikembalikan. “Sudah kita datangi pelakunya dan kita minta dikembalikan, tapi jawabannya tidak bisa. Alasannya karena ada bisikan gaib,” ungkapnya.
3. Belum terima laporan, polisi imbau pelaku mengembalikannya

Sementara itu, Kapolsek Kesamben AKP Dwi Purwanto mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan soal hilangnya benda di situs Mejo Miring. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan mengecek langsung lokasi dan pihaknya memberi himbauan kepada terduga pelaku yang memang sering ada di lokasi untuk melakukan ritual. "Kami juga menghimbau agar warga yang mengambil ini segera mengembalikan barang yang diambil dan tidak mengulangi lagi. Kami berharap yang bersangkutan bisa memahami bahwa ini cagar budaya yang harus dilestarikan dan tidak merusak," pungkasnya.


















