Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengamati Migrasi Burung dari Rusia dan China di Kediri

WhatsApp Image 2026-01-13 at 14.16.31.jpeg
Mahasiswa di Tulungagung mengamati aktivitas migrasi burung. IDN Times/Bramanta Pamungkas
Intinya sih...
  • Polisi Kehutanan dan Mahasiswa amati jalur migrasi burung dari belahan bumi utara
  • Musim migrasi burung berlangsung hingga Maret, dengan 7 jenis burung tercatat melakukan migrasi di Tulungagung
  • Mahasiswa Mapala Himalaya UIN SATU Tulungagung jadikan pengamatan burung sebagai agenda tahunan untuk edukasi anggota
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tulungagung, IDN Times - BKSDA Wilayah I Kediri bersama Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Himalaya UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menggelar pengamatan burung migrasi. Diketahui bahwa Tulungagung menjadi salah satu jalur migrasi berbagai burung dari belahan bumi utara. Kegiatan Tulungagung Bird Walk atau pengamatan burung dilakukan di area sawah Desa Bungur, Kecamatan Karangrejo. Dalam proses pengamatan, setiap peserta diminta untuk mengamati perilaku dan ciri khas burung melalui binokular atau teropong burung. Dari hasil pengamatan, peserta diminta untuk mencatat perilaku alami, ciri khas dan menggambar ilustrasi burung yang diamati.

1. Jelaskan jenis burung dari belahan bumi utara yang sedang melakukan migrasi

WhatsApp Image 2026-01-13 at 14.17.08 (1).jpeg
Mahasiswa di Tulungagung mengamati aktivitas migrasi burung. IDN Times/Bramanta Pamungkas

Polisi Kehutanan Seksi Konservasi Wilayah I Kediri, BKSDA Jawa Timur, Ahmad David Kurnia Putra mengatakan, kegiatan Tulungagung Bird Walk diinisiai oleh Mapala Himalaya UIN SATU Tulungagung bersama BKSDA Kediri. Pengamatan burung bertujuan untuk memperkenalkan jenis-jenis burung secara dekat. Pada kesempatan kali ini, ada tiga jenis burung migrasi yang berhasil diamati. Yakni burung trinil pantai (Actitis Hypoleuscos), trinil semak (Tringa Glareola) dan kicuit kerbau (Motacilla Tschutschensis).

"Kami ingin berbagi asiknya mengamati perilaku burung di alam. Mumpung masih musim migrasi burung, tiga jenis burung ini berasal dari belahan bumi utara, seperti Cina dan Rusia yang saat ini sedang musim dingin," ujarnya, Selasa (13/1/2026).

2. Musim migrasi berlangsung hingga bulan Maret

WhatsApp Image 2026-01-13 at 16.47.06 (1).jpeg
Salah satu burung yang sedang melakukan migrasi. IDN Times/Bramanta Pamungkas

Musim migrasi burung terjadi sejak Oktober 2025 hingga Maret 2026. Burung yang melakukan migrasi bertujuan untuk bertahan hidup dengan mencari makanan ke daerah tropis. Selama dua tahun BKSDA melakukan pengamatan burung migrasi di Tulungagung, tercatat ada 7 jenis. Diantaranya, burung trinil (Actitis Hypoleuscos), trinil semak (Triga Glaeola), kicuit kerbau (Motacilla Tschutschensis), cerek kernyut (Pluvialis Fulva), cerek kalung kecil (Charadrius Dubius), terik asia (Glareola Maldivarum) dan burung layang-layang asia (Hirundo Rustica).

"Migrasi burung terjadi sejak Oktober 2025 sampai Maret 2026. Nanti mereka akan kembali setelah musim dingin selesai untuk berkembang biak, burung migrasi terik asia ini kami selalu jumpai setiap tahun dengan jumlah individu yang sangat banyak. Kami pernah menghitung di Tulungagung, satu petak sawah terdapat 5.000 ekor burung terik asia," terangnya.

3. Mahasiswa jadikan agenda tahunan pengamatan burung

WhatsApp Image 2026-01-13 at 16.47.06.jpeg
Mahasiswa di Tulungagung mengamati aktivitas migrasi burung. IDN Times/Bramanta Pamungkas

Sementara itu, Ketua Mapala Himalaya UIN SATU Tulungagung, Fazal Marzuki mengaku senang dan tertarik mengikuti kegiatan pengamatan burung migrasi di Tulungagung. Kegiatan ini menjadi pengalaman pertama kali melihat secara dekat perilaku burung migrasi di alam. Fazal berencana akan menjadikan kegiatan pengamatan burung sebagai agenda tahunan Mapala Himalaya UIN SATU Tulungagung, sebagai kegiatan edukasi anggota.

"Banyak teman-teman yang tertarik, karena dapat ilmu baru mengenal burung migrasi secara langsung di alam," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Mengamati Migrasi Burung dari Rusia dan China di Kediri

21 Jan 2026, 21:26 WIBNews