Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Seleksi Petugas Haji Daerah Diperketat, Kuota Belum Terpenuhi Termasuk Jatim

IMG-20260122-WA0041.jpg
Menteri Haji dan Umrah, Irfan Yusuf saat membuka seleksi CAT Petugas Haji Daerah di Gedung Musdalifah Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis (22/1/2026). Dok. Kementerian Haji dan Umrah.
Intinya sih...
  • Kuota Petugas Haji Daerah (PHD) tahun 2026 belum terpenuhi, hanya diikuti 1.455 peserta dari total kuota nasional 1.050 petugas.
  • Di Jawa Timur, kuota PHD mencapai 221 orang, namun jumlah pendaftar hanya 216 peserta, sehingga kuota belum terisi.
  • Seleksi CAT PHD digelar untuk menjaring petugas layanan umum dan kesehatan yang akan mendampingi jamaah haji Indonesia selama di Tanah Suci.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Kuota Petugas Haji Daerah (PHD) tahun 2026 belum sepenuhnya terpenuhi. Dari total kuota nasional sebanyak 1.050 petugas, seleksi Computer Assisted Test (CAT) yang digelar serentak di seluruh Indonesia hanya diikuti 1.455 peserta, sehingga persaingan tetap ketat meski kebutuhan petugas cukup besar.

Di Jawa Timur (Jatim), kuota PHD yang disediakan pemerintah mencapai 221 orang. Namun jumlah pendaftar hanya 216 peserta, sehingga kuota belum sepenuhnya terisi. Meski demikian, pemerintah menegaskan seluruh peserta tetap harus melalui seleksi ketat dan tidak otomatis dinyatakan lulus.

Menteri Haji dan Umrah, Irfan Yusuf mengatakan, penentuan kelulusan petugas haji tetap berbasis kompetensi dan kebutuhan layanan, terutama layanan kesehatan dan layanan umum bagi jamaah.

“Kuota bukan jaminan kelulusan. Yang kami butuhkan adalah petugas yang benar-benar siap dan kompeten, terutama di bidang kesehatan,” ujar Irfan saat membuka seleksi CAT Petugas Haji Daerah di Gedung Musdalifah Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis (22/1/2026).

Seleksi CAT PHD tahun ini digelar untuk menjaring petugas layanan umum dan petugas layanan kesehatan yang akan mendampingi jamaah haji Indonesia selama di Tanah Suci. Pemerintah menaruh perhatian besar pada kualitas petugas seiring meningkatnya risiko kesehatan jamaah, khususnya jamaah lanjut usia.

Irfan menegaskan, pemerintah tidak akan menurunkan standar seleksi meski kuota di sejumlah daerah belum terpenuhi. Menurutnya, kualitas pelayanan jamaah menjadi prioritas utama dibanding sekadar pemenuhan jumlah petugas.

“Kami tidak ingin hanya mengejar kuota. Lebih baik jumlahnya cukup, tetapi kualitasnya terjaga,” pungkasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Tegas! Kepala Daerah Dilarang Jadi Petugas Haji

22 Jan 2026, 14:04 WIBNews