Ada Anak Pejabat, Pemkot Perketat Penerima Beasiswa Pemuda Tangguh

- Pemkot Surabaya memperketat seleksi penerima beasiswa Pemuda Tangguh karena adanya penyalahgunaan oleh anak pejabat.
- Penerima beasiswa harus dari keluarga pra sejahtera, dengan evaluasi awal oleh pengurus RW dan karang taruna setempat.
- Pihaknya juga akan memastikan formulir pendaftaran yang diisi sesuai dengan kondisi sebenarnya, serta memeriksa petugas dan pejabat terlibat dalam proses administrasi beasiswa.
Surabaya, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan memperketat seleksi penerimaan beasiswa Pemuda Tangguh. Hal ini karena ada anak pejabat menerima beasiswa tersebut.
"Ada anak pejabat BUMN, ada di Surabaya anak pejabat Pemkot (Surabaya), pejabat Provinsi (Jatim) dia bisa lolos karena masuk jalur ini," ujar Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Jumat (23/1/2026).
Selama ini, para penerima beasiswa dari kalangan anak pejabat tersebut menyalahgunakan kesempataan dengan dalih mahasiswa berprestasi. "Tapi jalur mandiri (yang UKT-nya) Rp15.000.000 per semester. Terus anak orang kaya, (dapat uang saku) Rp700.000 per bulan. Habis uang pemkot ini," terang dia.
Dari penyalahgunaan ini, kuota beasiswa dari penerima keluarga tidak mampu terambil oleh mereka. Sehingga, Pemkot Surabaya akan menghentikan beasiswa yang diterima oleh anak pejabat.
Eri mengatakan, pihaknya akan memperketat skrining awal penerima beasiswa. Penerima haruslah dari keluarga pra sejahtera.
Pihaknya akan meminta pengurus RW dan karang taruna setempat untuk melakukann evaluasi awal. "Pengurus kampung untuk memastikan apakah layak menerima atau tidak," ungkapnya.
Kemudian, pihaknya juga bakal memastikan formulir pendaftaran yang diisi oleh mahasiswa, gaji yang tertulis haruslah sesuai dengan sebenarnya."Kalau enggak mampu ya tulis Rp1 juta (contohnya)," sebut dia.
Di samping pengetatan penerima beasiswa, Eri juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memeriksa petugas yang mengurusi beasiswa Pemuda Tangguh. Ini terkait penyaluran dana yang diduga banyak anak pejabat menerima.
Selain kepada petugas, pihaknya juga bakal memeriksa semua pejabat pemerintah yang diduga terlibat dalam proses administrasi beasiswa Pemuda Tangguh. Sebab, diduga ada pemalsuan data. Pemalsuan itu mulai dari slop gaji orang tua dan kecurangan lainnya.
"Saya minta ini, saya suruh periksa. Semuanya, mulai pejabatnya yang memasukkan data, periksa semua. Berarti artinya Ini ada pemalsuan data di situ," pungkas dia.


















