Surabaya, IDN Times - Hampir satu bulan sejak jasad Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan, RYS (50), ditemukan tewas di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, pelaku utama yang berinisial Erlan hingga kini belum berhasil ditangkap. Polisi memastikan pengejaran masih terus dilakukan, termasuk di luar wilayah Jatim.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, AKBP Arbaridi Jumhur, mengatakan tim gabungan masih memburu keberadaan Erlan yang diduga terus berpindah-pindah lokasi untuk menghindari penangkapan. "Masih pengejaran gabungan Reskrim Sidoarjo di luar Jatim, mohon waktu ya," ujarnya saat dikonfirmasi IDN Times, Selasa (21/7/2026).
Meski telah mengantongi identitas dan sejumlah petunjuk mengenai keberadaan pelaku, polisi belum dapat mengungkap lokasi persembunyian Erlan demi kepentingan penyelidikan.
Sebelumnya, Tim Opsnal Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim bahkan mengambil langkah tidak biasa dengan membuka hadiah uang tunai sebesar Rp20 juta bagi masyarakat yang memberikan informasi akurat hingga pelaku berhasil ditangkap.
Ketua Tim Opsnal Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, Aipda Sigit Dwi Susanto, menegaskan hadiah tersebut bukan berasal dari institusi kepolisian, melainkan murni inisiatif pribadi anggota tim pemburu buronan.
"Yang penting itu kan inisiatif sudah dari awal, inisiatif dari dana pribadi. Besarnya Rp20 juta," katanya.
Menurut Sigit, langkah tersebut diambil karena pelaku diduga masih mendapat bantuan dari sejumlah pihak sehingga dapat terus berpindah tempat dan menghindari kejaran aparat. "Jadi, pelaku semakin berpindah-pindah, akhirnya kami inisiatif. Inisiatif pribadi untuk mempersempit ruang pelaku bergerak," katanya.
Kasus ini bermula ketika RYS, yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bangkalan, ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas Toyota Innova berpelat merah M 1090 GP di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda pada 24 Juni 2026.
Hasil penyelidikan mengarah kepada Erlan yang diduga menjadi orang terakhir bersama korban sebelum jasad ditemukan. Rekaman CCTV dan sejumlah barang bukti telah dikantongi penyidik. Namun, hingga hampir satu bulan berlalu, pelaku masih berstatus buronan.
Polda Jatim bersama Polresta Sidoarjo memastikan pengejaran akan terus dilakukan hingga pelaku berhasil diamankan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
