Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menu MBG Ramadan di Magetan Tuai Beragam Komentar

Menu MBG Ramadan di Magetan Tuai Beragam Komentar
MBG Ramadan hari ke-2 masuk sekolah. IDN Times/Riyanto
Intinya Sih
  • Program Makan Bergizi (MBG) di Magetan kembali menuai kritik warganet karena menu hari kedua dinilai kurang sesuai dengan konsep gizi seimbang bagi siswa sekolah.
  • Publik menyoroti anggaran Rp10 ribu per porsi yang dianggap tidak sebanding dengan isi paket, serta menuntut transparansi terkait penggunaan dana dan standar pelaksanaan program.
  • Meski banyak kritik, sebagian warganet tetap mendukung program MBG dan berharap pelaksanaannya benar-benar memenuhi tujuan pemenuhan gizi siswa selama Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Magetan, IDN Times – Program Makan Bergizi (MBG) untuk siswa sekolah di Kabupaten Magetan kembali menjadi sasaran kritik warganet. Setelah menu hari pertama dinilai kurang variatif, pembagian hari kedua pada Selasa (24/2/2026) justru memicu gelombang komentar baru.

Jika sebelumnya siswa menerima roti kemasan, telur rebus atau telur asin, kacang tanah, dan buah, kali ini isi paket berubah menjadi empat butir telur puyuh, risol, tahu walik, serta satu buah apel. Namun komposisi tersebut dinilai sejumlah warganet lebih mirip paket snack hajatan ketimbang menu makan bergizi.

1. Disebut lebih cocok untuk takjil

MBG Ramadan hari ke-2 masuk sekolah. IDN Times/Riyanto
MBG Ramadan hari ke-2 masuk sekolah. IDN Times/Riyanto

Komentar pedas ramai berseliweran di media sosial. “Mirip snack orang kenduri. Lebih mirip lagi takjil lah,” tulis seorang pengguna.

Sebagian lainnya menyoroti dominasi gorengan dalam paket tersebut. Mereka mempertanyakan apakah komposisi itu sudah memenuhi standar gizi seimbang bagi anak usia sekolah, terlebih saat menjalankan ibadah puasa.

Di grup Facebook BERITA MAGETAN, unggahan salah satu wali murid turut memantik diskusi. “MBG anak SMP. Tolong hitungkanlah gizinya wahai ahli gizi SPPG,” tulisnya. Postingan tersebut langsung menuai perdebatan soal kandungan protein, vitamin, hingga kecukupan kalori.

2. Anggaran Rp10 ribu ikut disorot

MBG Ramadan hari ke-2 masuk sekolah. IDN Times/Riyanto
MBG Ramadan hari ke-2 masuk sekolah. IDN Times/Riyanto

Tak hanya soal jenis makanan, isu anggaran Rp10 ribu per porsi kembali mencuat. Sejumlah warganet mempertanyakan kesesuaian nilai tersebut dengan menu yang diterima siswa.

“Masak kaya gitu 10 ribu, bos. Itu yang benar hanya 7 ribuan," tulis netizen lain.

Beberapa komentar bahkan mendesak adanya transparansi lebih detail terkait standar operasional prosedur (SOP) dan rincian belanja bahan makanan. Meski belum ada bukti penyimpangan, publik berharap pelaksanaan program dilakukan terbuka agar tidak menimbulkan kecurigaan.

3. Ada yang tetap membela

MBG Ramadan hari ke-2 masuk sekolah. IDN Times/Riyanto
MBG Ramadan hari ke-2 masuk sekolah. IDN Times/Riyanto

Di tengah derasnya kritik, ada pula warganet yang memilih melihat sisi positif program tersebut. “Kok podo ora bersukur,” tulis seorang pengguna media sosial.

Perdebatan mengenai kualitas menu MBG di Magetan pun masih terus bergulir. Warga berharap program yang digadang-gadang untuk mendukung pemenuhan gizi siswa ini benar-benar dijalankan sesuai standar bukan sekadar formalitas, apalagi sampai menimbulkan polemik baru di tengah Ramadan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More