Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bentrokan Pesilat di Surabaya Diawali Konvoi Malam Pengesahan

Bentrokan Pesilat di Surabaya Diawali Konvoi Malam Pengesahan
Korban bentrok antar perguruan silat di Kalijudan, Mulyorejo, Surabaya, Rabu (17/6/2026). (IDN Times/Khusnul Hasana)
Intinya Sih
  • Bentrok antar anggota perguruan silat terjadi di Jalan Kalijudan, Surabaya, saat malam pengesahan warga baru PSHT dan menyebabkan suasana kampung mencekam.
  • Insiden bermula dari konvoi anggota PSHT menuju Kenjeran Park yang diduga diprovokasi kelompok lain hingga berujung kejar-kejaran dan bentrokan di permukiman warga.
  • Akibat kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia, satu luka berat dirawat di rumah sakit, serta seorang warga berinisial YD turut menjadi korban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Malam pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) diwarnai aksi bentrok antar anggota perguruan silat di Jalan Kalijudan gang 10, 12 dan 14, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Rabu (17/6/2026) pukul 00.30. Akibat insiden ini, tiga orang dikabarkan menjadi korban.

Salah satu warga, Agus (42) mengatakan, awalnya ia hendak tidur, tiba-tiba dikejutkan dengan suara orang berlari. Ia lantas keluar dan melihat ada sekelompok pemuda saling serang.

"Pas dilihat itu ada bentrok, sehingga semua warga terbangun, itu bentrok antar pemuda," ujar Agus kepada IDN Times.

Agus menyebut, tak tahu pasti siapa kelompok yang terlibat bentrok. Sebab, kebanyakan dari mereka menutupi wajahnya.

"Mereka membawa tongkat, besi, kayu, ada yang bawa petasan sehingga warga kaget," ucap Agus.

Saksi lain yang merupakan anggota pesilat mengatakan, bentrok ini bermula ketika anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang sedang konvoi menuju tempat pengesahan di Kenjeran Park. Diduga ada kelompok yang memprovokasi rombongan konvoi.

"(Yang memprovokasi) lari masuk kampung, dikejar arek-arek sampai masuk kampung," ungkap anggota pesilat yang tidak ingin disebut namanya ini.

Sementara itu, pantauan IDN Times di lapangan, suasana kampung terlihat mencekam. Terlebih, berapa di antara meraka membawa senjata tajam.

Peristiwa ini sempat membuat warga resah. Beberapa warga bahkan terbangun dan menghalau kelompok tersebut agar bentrok tak semakin menjadi.

Beruntungnya, tak berapa lama ada petugas dari kepolisian dan TNI datang berusaha menghalau aksi mereka. Situasi pun mulai kondusif.

Petugas polisi di lapangan menyebut ada satu orang menjadi korban jiwa. Satu orang luka berat dan telah dibawa ke rumah sakit.

Selain itu, saru orang warga berinisial YD turut menjadi korban dalam insiden ini. YD terlihat terkapar penuh dengan luka.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More