Mahasiswa dan Emak-emak Bersatu, Demo Harga Sembako

Malang, IDN Times - Sekelompok pendemo yang menamakan diri Aliansi Rakyat Malang untuk Indonesia berdemonstrasi di depan Kantor DPRD Kota Malang pada Rabu (6/3/2024) pagi. Tidak hanya mahasiswa, ada juga sekelompok emak-emak yang ikut berdemo sambil membunyikan wajan dan panci. Aksi massa ini diketahui sudah berdemo sejak pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB. Mereka menuntut penurunan harga bahan pokok hingga penegakan demokrasi.
1. Aliansi Rakyat Malang untuk Indonesia menuntut 3 hal kepada DPRD Kabupaten Malang

Aliansi Rakyat Malang untuk Indonesia menyampaikan jika mereka merasa kondisi Indonesia tidak baik-baik saja. Mereka merasakan kenaikan harga pokok yang ugal-ugalan hingga terancamnya demokrasi di rezim pemerintahan Joko Widodo.
Oleh karena itu, mereka menuntut 3 hal kepada DPRD Kota Malang untuk disampaikan ke pusat. Diantaranya adalah menurunkan harga sembako, mengembalikan cita-cita reformasi 1998 dan Demokrasi Konstitusional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta mendukung dan menjalankan Hak Angket di DPR RI.
"Sekarang bagaimana, harga-harga beras naik tapi petani tidak merasakan dampak kenaikan harganya," terang orator demo, Agung Sintha.
2. Aliansi Rakyat Malang untuk Indonesia merasa demokrasi dipermainkan oleh Jokowi

Shinta juga menyampaikan saat ini demokrasi dipermainkan oleh Jokowi, padahal menurutnya melahirkan demokrasi di Indonesia memerlukan air mata, darah, san nyawa dengan melewati peristiwa Kudatuli 1996 dan Reformasi 1998.
"Reformasi 98 salah satunya melahirkan Mahkamah Konstitusi (MK), tapi sekarang sudah dijadikan mainan, diobok-obok, dan diubah aturan mainnya oleh Pak Jokowi untuk menjadikan anaknya sebagai Calon Wakil Presiden. Pemilu 2024 adalah yang damai tapi rusak, rusaknya bukan dari coblosan tapi dimulai dari MK," tegasnya.
Shinta juga menyampaikan jika polisi diturunkan untuk menekan lurah-lurah agar memenangkan Prabowo-Gibran. Ianjuga menyebut jika ASN juga dikerahkan untuk memilih putra dari oeang nomor satu di Indonesia.
"Jokowi sudah tidak punya etika politik, dia sudah lupa sama yang membesarkan, 7 kali peristiwa untuk menjadikan anak menantunya melalui PDI sudah dilupakan, tidak ada rasa terima kasih. Jokowi mengubah undang-undang yang saya ikut melahirkan melalui reformasi, meskipun sekecil apapun peran saya. Rasanya sakit orang seperti saya, melihat demokrasi dibuat mainan. Termasuk KPK, termasuk KPU, termasuk Bawaslu dibuat mainan saja," ucapnya.
3. Ketua DPRD Kota Malang mengatakan akan menyampaikan aspirasi masyarakat ke DPR RI

Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika menemui langsung para pendemo. Ia menyampaikan akan menyampaikan pada PJ Wali Kota Malang untuk segera melakukan operasi pasar hari ini, sehingga harga-harga bahan pokok segera normal kembali.
"Kemudian untuk keputusan nasional kami sudah menyampaikan apa uang menjadi tuntutan Aliansi Rakyat Malang untuk Indonesia. Pagi ini juga kami sudah menyampaikan ke Sekretariat DPR RI untuk disampaikan pada Ketua DPR RI, Ibu Puan Maharani. Kita mengusahakan agar suara-suara kita tidak hanya menjadi retorika, taoi juga didengar. Kami DPRD Kota Malang siap mengawal aspirasi masyarakat," pungkasnya.



















