Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kasus Siswa MTs Meninggal di Blitar, Polisi Periksa 9 Saksi
Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mardya Shakti)

Blitar, IDN Times - Satreskrim Polres Blitar Kota masih melakukan penyelidikan dalam kasus tewasnya seorang siswa MTs, setelah dilempar kayu berpaku oleh gurunya. Mereka telah membuat laporan polisi model A dalam kasus ini. Dengan ini kasus bisa ditangani tanpa harus menunggu laporan dari keluarga korban. Sebanyak 8 saksi telah dimintai keterangan dalam kasus tersebut.

1. Segera lakukan gelar perkara berdasar hasil penyelidikan

Kasi Humas Polres Blitar Kota, Iptu Samsul Anwar , IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Kasi Humas Polres Blitar Kota, Iptu Samsul Anwar mengatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dalam kasus ini. Beberapa pihak seperti terduga pelaku, siswa, guru dan keluarga korban telah dimintai keterangan. Total terdapat 9 saksi yang sudah diperiksa. Hasil pemeriksaan ini akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan status kasus tersebut.

“Setelah cukup keterangan akan dilakukan gelar untuk menentukan siapa pelaku penganiayaan,” ujarnya, Senin (30/09/2024).

2. Kedua orangtua korban berada di luar negeri

Suasana di MTS Plus Al Mahmud Blitar. IDN Times/ istimewa

Polisi juga terus melakukan koordinasi dengan keluarga korban. Selama ini korban hanya tinggal bersama neneknya. Kedua orang tua korban diketahui sudah berpisah dan kini berada di luar negeri. Polisi mengamankan barang bukti berupa kayu berpaku yang dilempar terduga pelaku kepada korban.

"Untuk barang bukti yang sudah kita amankan adalah kayu yang ada pakunya," tuturnya.

3. Meninggal setelah dilempar kayu berpaku oleh gurunya

Suasana di MTS Plus Al Mahmud Blitar. IDN Times/ istimewa

Sebelumnya, MKA (14) santri sekaligus siswa sebuah MTS di Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar tewas setelah dilempar kayu berpaku oleh gurunya. Kayu berpaku tersebut menancap di bagian kepala belakang korban dan membuatnya tak sadarkan diri. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (15/09/2024) lalu. Korban meninggal dunia setelah mengalami koma dua hari kemudian.

Editorial Team