Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kasus Gagal Ginjal di Surabaya Capai 308, Satu Masih Anak-anak

Kasus Gagal Ginjal di Surabaya Capai 308, Satu Masih Anak-anak
ilustrasi ginjal (unsplash.com/robina-weermeijer)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Dinas Kesehatan Kota Surabaya mencatat kasus gagal ginjal di Surabaya sepanjang tahun 2024 dari Januari hingga Juli mencapai 308 kasus. Satu diantaranya masih anak-anak usia 17 tahun dan telah menjalani perawatan hemodialisa. 

"Berdasarkan data diagnosis ICD X (klarifikasi penyakit internal) di Faskes (fasilitas kesehatan) Kota Surabaya sampai Bulan Juni 2024 menunjukkan bahwa kasus Gagal Ginjal Kronis (GGK) sebanyak 308 kasus. Kasus GGK pada kelompok usia remaja (17) sebanyak 1 kasus dan telah menjalani perawatan hemodialisa," kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina kepada IDN Times, Selasa (13/8/2024). 

Nanik menyebut, mereka telah menjalani penanganan di sejumlah rumah sakit yang ada di Surabaya. Setidaknya ada sebanyak 22 rumah sakit yang memiliki layanan hemodialisis.

"Pengobatan gagal ginjal di Surabaya ditatalaksana sesuai indikasi dan dilakukan rujukan ke FKRTL sesuai ketentuan seperti RSUD Dr. Soetomo, RSUD Dr. Moh. Soewandhie, RS Al-Irsyad,"  kata dia. 

"Klinik Utama yang melayani hemodialisis antara lain klinik utama 3D Pakal, Klinik Utama 3D Hhaskara," ungkapnya. 

Nanik menjelaskan, penyebab gagal ginjal pada orang dewasa dan anak-anak adalah karena adanya penyakit kronis seperti diabetes melitus, hipertensi dan penyakit autoimun atau penyakit lupus. Kemudian memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga atau kelainan ginjal bawaan sejak lahir. 

"Adanya infeksi di pada ginjal, sindrom nefrotik adanya protein dalam urin, pernah mengalami kekurangan cairan dehidrasi berat," terang dia. 

Gaya hidup dan pola makan tidak sehat seperti sering mengkonsumsi minuman manis kemasan, makanan cepat saji, dan makanan berkalori tinggi dalam jangka waktu panjang yang tidak terkontrol juga menjadi pemicu gagal ginjal. 

Untuk mencegah gagal ginjal pada orang dewasa dan anak,  upaya yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya antara lain meningkatkan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada orang tua dan anak terkait kewaspadaan, dan pencegahan penyakit gagal ginjal pada anak. Meningkatkan kewaspadaan penyakit gagal ginjal melalui pengamatan dan deteksi dini pada kegiatan Bindu PTM pada masyarakat, sekolah, Poskestren, dan pada kegiatan Bindu Jirona (Jiwa, Rokok dan NAPZA). 

"Kami juga melakukan penyelidikan epidemiologi apabila ditemukan kasus gagal ginjal yang berasal dari laporan masyarakat maupun Fasyankes," sebutnya.

Lalu melakukan pemantauan dan pengawasan kondisi pasien oleh keluarga, dibantu oleh KSH setempat bagi pasien yang berisiko. Menganjurkan  untuk minum obat sesuai anjuran dokter dan menghindari penggunaan obat nyeri secara berlebihan dan terus menerus tanpa pengawasan dokter.

"Segera melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan dan rumah sakit pada kasus yang memerlukan tidakan lebih lanjut apabila ditemukan gejala demam, infeksi saluran pernapasan akut seperti batuk, pilek atau gejala infeksi saluran cerna diare, muntah, gejala urine berkurang atau tidak ada urine selama 6-8 jam saat siang hari dan warna urin pekat atau kecoklatan," pungkas dia. 

Share Article
Topics
Editorial Team
Khusnul Hasana
EditorKhusnul Hasana

Latest News Jawa Timur

See More

Kali Surabaya Belum Tamat, 34 Spesies Ikan Masih Bertahan Lawan Polusi

31 Mei 2026, 18:12 WIBNews