Jumat Agung di Gereja Terbesar Keempat di Dunia

Surabaya, IDN Times - Sebanyak 25 ribu umat kristiani beribadah Jumat Agung di Gereja terbesar keempat di dunia, Gereja Bhetany Nginden, Surabaya, Jumat (7/3/2023). Perayaan paskah tersebut, dimeriahkan oleh Ruth Sihotang dari X-Factor.
1. Paskah perdana setelah Pandemik

Sekertaris Umum Gereja Bethany Surabaya, Pendeta Ronny Djaja Sanjata mengatakan, Paskah di Gereja Bethany Surabaya adalah yang pertama kalinya digelar setelah pandemik. Tahun lalu, Gereja Bethany memang menggelar Paskah, namun jemaah yang hadir terbatas.
"Ini pertema setelah Pandemik, berapa jemaah, 25-28 ribu kita tidak pernah ngitung pasti, karena kursinya juga nambah terus tadi, bahkan ada yang pulang," ujar Ronny.
2. Jam ibadah disesuaikan dengan jam ibadah Ramadan

Ronny menjelakaskan, tak ada yang spesial di Paskah tahun ini. Hanya saja, jam ibadahnya disesuaikan dengan waktu tarawih.
Di Jumat Agung, ibadah dilaksanakan satu kali pukul 10.00. Sementara saat Paskah pada Minggu (9/4/2023) nanti dilaksanakan tiga kali yakni pukul 09.30 WIB, pukul 13.30 WIB dan pukul 16.30 WIB.
"Kita kan sama-sama saling menghormati, kita acara tidak menganggu ke khusukan teman-teman muslim. Dan kebetulan kami dibantu Banser. Moderasinya jalan. Kecuali ibadah kami juga tidak bikin di jam sore, iya betul (jam teraweh)," ungkap dia.
3. Berpesan agar umat kembali kepada Tuhan

Ronny pun berpesan, di perayaan Jumat Agung dan Paskah ini, agar seluruh umat yang selama ini jauh dari tuhan agar kembali kepada tuhan. Serta semakin mendekatkan diri kepada tuhan.
"Setiap tahun kami bersyukur, kami sebagai manusia masih diingatkan oleh Tuhan bahwa kami ditebus," ungkapnya.
Ronny menambahkan, Paskah menjadi ibadah yang paling bermakna bagi umat kristiani dibandingkan dengan perayaan lainnya. Jumat Agung merupakan hari saat Yesus Kristus disalib dan menebus dosa umat. Kemudian pada hari Minggu yakni pada Paskah, Yesus Kristus dibangkitkan



















