Pengantin Pria di Malang yang Prank Nikah Muncul Klarifikasi

- Rere muncul dan mengaku nama aslinya Yupi Rere, menegaskan Intan sudah tahu identitas gendernya sejak awal serta membantah tuduhan pemalsuan dokumen dan janji hadiah mewah.
- Rere menyatakan tidak pernah memalsukan identitas, justru menuding Intan yang membuat fotokopi KTP palsu atas nama Erfastino Reynaldi tanpa sepengetahuannya demi kelancaran proses pernikahan.
- Rere membantah tuduhan TPPO ke Kamboja, menjelaskan sopir hanya ditugaskan menjemput Intan untuk berobat ke Yogyakarta serta menunjukkan bukti pelunasan utang dan pemberian nafkah singkat.
Malang, IDN Times - Pengantin pria Erfastino Reynaldi Malawat alias Rey (36) yang viral karena diduga menipu Intan Anggraeni (28) warga Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang dengan berpura-pura menjadi laki-laki akhirnya menujukkan diri. Ia muncul dengan mengaku nama aslinya adalah Yupi Rere.
1. Rere mengatakan jika Intan sudah tahu gendernya sejak sebelum menikah

Rere mengungkapkan bahwa ia kecewa dengan Intan karena melaporkan dirinya ke Satreskrim Polresta Malang Kota atas tuduhan pemalsuan dokumen. Menurutnya, semua pernyataan yang diungkapkan oleh Intan tidak benar, ia menjelaskan jika sebenarnya Intan sudah tahu pasti bahwa orang yang akan ia nikahi adalah perempuan.
"Mereka (Rere dan keluarga) sudah tahu dari awal banget saat pertama kali mau nge-job, dia itu udah dikasih tahu sama maminya, terus akhirnya berlanjut bahwasannya dia juga cerita kalau dia sudah trauma gitu lho (sama laki-laki). Dari awal udah tahu identitasku, keluarganya pun juga tahu identitasku dan segala macem, bahkan dia pun juga sering main ke rumah," terangnya pada Jumat (10/4/2026).
Rere mengungkapkan juga jika teman-teman kerja Intan di salah satu tempat hiburan malam di Kota Batu kecewa dengan laporan ini, menurutnya Rere banyak mengungkapkan kebohongan di depan media. Ia juga mengklarifikasi terkait janji mobil mewah pada Intan jika mau menikah dengannya.
"Terus yang dijanjikan rumah mewah dan mobil, aku tidak pernah menjanjikan. Teman-temannya dia juga tahu aku orangnya nggak suka janji, jadi aku tipikal langsung kasih gitu. Aku nggak berisik, kalau ada aku langsung nomor rekening, ke temen-temennya dia pun kayak gitu," bebernya.
2. Rere mengaku yang memalsukan identitasnya adalah Intan sendiri

Rere juga menegaskan jika dirinya tidak pernah memalsukan identitasnya selama ini. Ia mengatakan jika sebelum menikah ia memberikan dokumen asli kepada Intan. Kemudian untuk fotokopi KTP, ia menuding jika Intan sendiri yang mencetak KTP atas nama Erfastino Reynaldi Malawat tersebut.
"Jadi saat itu aku baru bangun tidur tiba-tiba disuruh foto dengan background hijau itu kan. Akhirnya semua kayak ngeprint-ngeprint tuh nggak tau dia dari aplikasi mana ya dieditnya itu aku nggak paham, dan terjadilah fotokopi KTP itu. Aku terus suruh mandi dan udah ada lah Pak Ustad sama Pak RT, dimintain lah aku uang buat ngasih Pak RT sama Pak Ustad itu," jelasnya.
Rere mengaku kesal karena Intan seenaknya mengurus dokumen pernikahan tanpa sepengetahuan dirinya, tapi ia ia diam saja karena menjaga nama baik keluarganya. Apalagi ia tidak begitu paham bagaimana adat pernikahan di Jawa Timur, sehingga ia menurut saja saat dibawa ke Mudin dan tetangga Intan untuk mengisi data diri.
3. Rere juga membantah tuduhan TPPO

Rere juga mengklarifikasi terkait tuduhan keluarga Intan yang menyebutkan ada dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ke Kamboja. Ia membenarkan jika ia menyuruh sopir untuk menjemput Intan, tapi sopir tersebut datang untuk membawa Intan berobat ke Yogyakarta.
"Aku udah mencoba sebelumnya aku udah komunikasi untuk make sure, kita kenal baik-baik. Terus di situ juga ada obrolan bahwa katanya aku mau ngejual dia ke Kamboja terus hari Selasa (7/4/2026) ada orang kan datang ke rumahnya, padahal di situ aku nanya nih, aku nanya terapinya jadi nggak kataku gitu. Kamis jadi terapi nggak, kalau nggak jadi, besok mau ke Jogja. Terus dia jawab Iya jadi jam berapa kata dia. Aku jawab lagi gimana kalau pas aku balik dari Jogja? Chat Itu hari Selasa ya yang sesuai dia beritakan katanya ada sopir mau jemput dia buat dijual ke Kamboja dengan intimidasi, saya tegaskan dii situ tidak ada intimidasi," paparnya.
Ia juga membenarkan jika selama ini ia telah melunasi utang-utang Intan, ia juga telah menyimpan bukti-bukti transfer pembayaran utang tersebut. Ia juga sempat memberikan nafkah selama 4 hari setelah ijab kabul, tapi ia akhirnya menghentikan nafkah tersebut setelah dilaporkan ke polisi.
"Saya tegaskan lagi semua tahu saya siapa. Awalnya temen-temennya bilang, lho ini dapet gadun dari mana? Pas waktu dikenalin, oh kamu sama Buchi toh katanya gitu. Bahkan yang mengenalkan aku ke temen-temennya itu si Vella alias Intan ini. Yang ada berita ke Kamboja segala macem itu nggak bener sama sekali. Bahkan di chat-nya temannya pun bilangnya kan dia mau ini Kak ke Thailand gitu lho, nggak ada kata Kamboja," pungkasnya.


















