Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kena Prank Calon Suami yang Ternyata Wanita, Intan Sempat Akan Diculik

Kena Prank Calon Suami yang Ternyata Wanita, Intan Sempat Akan Diculik
Intan saat melaporkan Rey di Polresta Malang Kota. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Intinya Sih
  • Intan Anggraeni hampir diculik oleh orang suruhan calon suaminya, Rey, setelah menerima pesan bahwa sopir akan menjemputnya di rumah pada malam hari.
  • Kejadian itu membuat Intan trauma dan takut keluar rumah sendirian, hingga kini ia hanya beraktivitas di sekitar rumah dengan pengawasan keluarga.
  • Rey sempat mengajak Intan membuat paspor untuk ke Kamboja, memunculkan dugaan adanya indikasi tindak pidana perdagangan orang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Malang, IDN Times - Kasus dugaan penipuan dan pemalsuan dokumen pernikahan yang viral di Kota Malang terus berlanjut. Pelapor yang bernama Intan Anggraeni (28) warga Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang mengaku hampir diculik oleh orang suruhan calon suaminya, Erfastino Reynaldi Malawat alias Rey (36).

1. Intan hampir diduga hampir diculik oleh orang suruhan Rey

IMG-20260408-WA0005.jpg
Intan bersama Eko saat melaporkan Rey di Polresta Malang Kota. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Pendamping Hukum Intan, Eko NS mengungkapkan jika Intan hampir diculik oleh orang tak dikenal menggunakan 2 buah mobil pada Selasa (8/4/2026) pukul 21.00 WIB. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran keluarga Intan karena keselamatannya terancam.

"Jadi saat itu saya tiba-tiba ditelepon sama bapaknya Intan, katanya ada 1 laki-laki turun dari mobil di depan rumah, tapi ada orang lain di dalam mobil, tapi saya gak tahu berapa dan siapa. Untungnya kita berhasil cegah sehingga Intan tidak sempat dibawa," terangnya pada Kamis (9/4/2026).

Eko mengungkapkan jika ia yakin laki-laki itu orang suruhan Rey, karena sebelumnya Intan sudah mendapatkan pesan WhatsApp dari Rey bahwa akan ada sopir yang menjemputnya. "Intan sempat di-WhatsApp kalau akan dijemput sopirnya," bebernya.

2. Intan kini takut keluar rumah sendirian

ilustrasi depresi (pexels.com/Renato)
ilustrasi mengurung diri. (pexels.com/Renato)

Eko mengungkapkan jika kejadian tersebut membuat kini Intan semakin trauma dan ketakutan jika harus keluar rumah sendirian. Sampai saat ini, ia hanya beraktivitas di dalam rumah dan sekitarnya dengan pantauan keluarga.

"Dia sekarang gak berani kalau keluar jauh-jauh. Paling cuma di sekitar rumah saja, itupun dengan pantauan keluarga," bebernya.

Intan bersama keluarganya juga telah melaporkan kasus ini ke Satreskrim Polresta Malang Kota pada Rabu (8/4/2026). Eko berharap kasus ini bosa segera diproses sehingga Intan bisa beraktivitas seperti semula lagi.

3. Intan sempat diajak berlibur ke Kamboja, keluarga takut Intan dijual

ilustrasi Kamboja (unsplash.com/allPhoto Bangkok)
ilustrasi Kamboja (unsplash.com/allPhoto Bangkok)

Lebih lanjut, Eko juga mencurigai adanya dugaan upaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Pasalnya Rey sempat mengajak membuat paspor untuk diajak ke Kamboja. Saat itu, Rey disebut ingin mengajak Intan berbulan madu di sana.

"Katanya disuruh membuat paspor untuk diajak ke Kamboja, katanya mau berobat kayak apa begitu. Jadinya kita ada takut, takutnya ada indikasi-indikasi yang sekarang lagi marak itu (perdagangan orang)," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More