Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jenazah Warga Tulungagung yang Hilang di Sungai Ditemukan di Kediri
Ilustrasi jenazah. (Google)

Kediri, IDN Times– Jenazah Djupri (58), warga Desa Pojok, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung ditemukan tim SAR gabungan di DAS (Daerah Aliran Sungai) Brantas, desa Muneng, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Pria ini sebelumnya dilaporkan hilang saat sedang mencari ikan di aliran Sungai Brantas masuk Desa Pojok, Kecamatan Ngantru pada Selasa (07/03/2023) dini hari.

Korban diketahui datang bersama 3 orang temannya untuk mencari ikan dalam tradisi pladu. Tradisi ini adalah dibukanya pintu DAM waduk Lodoyo dan Wlingi di wilayah Blitar untuk keperluan flushing. Proses flushing ini membuat ikan yang ada di dalam waduk mabuk sehingga mudah ditangkap dengan tangan. Warga banyak mencari ikan di sepanjang aliran Sungai Brantas.

1. Korban terseret hingga sejauh 50 kilometer

Lokasi yang diduga tempat hilang korban. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Koordinator Pos SAR Trenggalek, Yoni Fariza mengatakan, jenazah korban ditemukan kemarin pagi. Saksi melihat sosok jenazah yang terapung dan melaporkan temuan ini ke pihak berwajib. Korban ditemukan di lokasi yang berjarak sekitar 54,5 km diukur dari lokasi kejadian. Lokasi ditemukannya korban ini masuk wilayah Kabupaten Kediri yang berbatasan dengan kabupaten Nganjuk.

"Begitu menerima laporan kita langsung bergeser ke lokasi temuan untuk memastikan, " ujarnya, Kamis (09/03/2023).

2. Jenazah telah diserahkan ke pihak keluarga

Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian. IDN Times/ Basarnas Trenggalek

Jenazah tersebut kemudian dievakuasi dari sungai dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk keperluan proses identifikasi. Setelah melihat ciri-ciri jenazah yang ditemukan tersebut, pihak keluarga berkeyakinan bahwa jenazah tersebut adalah Djupri. Jenazah kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

"Jenazah sudah diserahkan kemarin ke pihak keluarga, " tuturnya.

3. Sebanyak 2 tim SAR gabungan dikerahkan selama proses pencarian

Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian. IDN Times/ Basarnas Trenggalek

Sebelumnya Djupri dilaporkan hilang saat mencari ikan di Sungai Brantas. Dalam upaya pencarian korban tim SAR gabungan mengerahkan 2 unit perahu karet untuk melakukan penyisiran di sungai Brantas. Tim pertama memulai penyisiran dari lokasi kejadian menuju ke daerah penyeberangan perahu Kras, dengan menempuh jarak sekitar 8,5 km. Sedangkan tim kedua kemudian melanjutkan penyisiran dari Kras menuju ke daerah penyeberangan masuk wilayah Kediri. Tim juga berupaya melakukan manuver perahu karet agar timbul gelombang air besar di beberapa lokasi yang dicurigai. Gelombang air ini dapat mengangkat benda-benda, termasuk korban, yang diduga posisinya ada di dalam sungai.

Editorial Team

Related Article