Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jelang Ramadan, Perajin Bedug di Magetan Sepi Pesanan 

Jelang Ramadan, Perajin Bedug di Magetan Sepi Pesanan
Usaha pembuatan perajin bedug di desa Sugihwaras Kecamatan Sukomoro Magetan. IDN Times/ Riyanto.
Share Article

Magetan, IDN Times – Melambatnya perputaran ekonomi berdampak terhadap perajin di Kabupatrn Magetan Jawa Timur. Salah satunya perajin bedug di Desa Sugihwaras Kecamatan Sukomoro yang ini. Biasanya menjelang bulan suci Ramadan seperti saat ini pesanan meningkat drastis. Tahun ini justru nyaris tidak ada pesanan sama sekali.

1. Setahun hanya terjual 2 bedug

Usaha pembuatan perajin bedug di desa Sugihwaras Kecamatan Sukomoro Magetan. IDN Times/ Riyanto.
Usaha pembuatan perajin bedug di desa Sugihwaras Kecamatan Sukomoro Magetan. IDN Times/ Riyanto.

Apony (50), seorang perajin bedug berpengalaman yang sudah 15 tahun menekuni usaha ini, mengaku tahun ini menjadi yang paling sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, ia bisa menjual antara 15 hingga 25 bedug baru menjelang Ramadan, ditambah dengan banyaknya permintaan perbaikan. Namun, kondisi saat ini jauh berbeda.

“Tahun lalu masih lumayan, bisa dapat pesanan 15 sampai 25 bedug baru, perbaikan juga banyak. Tapi tahun ini sepi sekali. Baru ada dua pesanan bedug baru, sedangkan perbaikan sama sekali tidak ada,” kata Apony saat ditemui di tempat usahanya, Kamis (27/2/2025).

Untuk antisipasi lonjakan pesanan mendadak, Apony sebenarnya telah menyiapkan beberapa bedug setengah jadi yang hanya tinggal ditambahkan ukiran dan warna sesuai permintaan pelanggan. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda peningkatan permintaan.

2. Harga bedug Apony

Usaha pembuatan perajin bedug di desa Sugihwaras Kecamatan Sukomoro Magetan. IDN Times/ Riyanto.
Usaha pembuatan perajin bedug di desa Sugihwaras Kecamatan Sukomoro Magetan. IDN Times/ Riyanto.

Bedug buatan Apony dijual dengan harga mulai dari Rp3 juta hingga Rp10 juta, tergantung ukuran dan bahan. Bahan utama seperti kulit bedug didatangkan dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Saat ini, ia masih mempertahankan tiga pekerja yang membantunya dalam proses produksi dan perbaikan bedug.

“Biasanya ramai kalau jelang Ramadan, tapi kali ini baru ada satu pesanan bedug seharga Rp10 juta. Sekarang sedang kami finishing dan siap dikirim,” ujarnya.

Menariknya, mayoritas pesanan justru datang dari luar Jawa Timur. Bedug kecil dengan harga Rp3 juta hingga Rp5 juta lebih banyak diminati dibandingkan ukuran besar. Namun, pesanan perbaikan yang biasanya berasal dari pelanggan lokal, tahun ini sama sekali tidak ada.

3. Harapan ekonomi segera pulih

Usaha pembuatan perajin bedug di desa Sugihwaras Kecamatan Sukomoro Magetan. IDN Times/ Riyanto.
Usaha pembuatan perajin bedug di desa Sugihwaras Kecamatan Sukomoro Magetan. IDN Times/ Riyanto.

Apony berharap kondisi ekonomi segera membaik agar usahanya bisa kembali berjalan normal. Jika keadaan terus seperti ini, ia khawatir tidak bisa lagi membayar karyawannya. “Semoga ekonomi cepat pulih, kalau begini terus, saya tidak akan sanggup membayar karyawan,” harapnya.

Situasi yang dialami Apony menjadi potret nyata dampak perlambatan ekonomi terhadap sektor usaha kecil. Perajin bedug di Magetan kini hanya bisa berharap Ramadan tahun ini membawa keberkahan dan peluang lebih baik bagi usaha mereka.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Riyanto Tarah
EditorRiyanto Tarah

Latest News Jawa Timur

See More

Masih Dirawat di Saudi, 6 Jemaah Haji Belum Kembali ke Tanah Air

07 Jun 2026, 09:56 WIBNews